by

Inilah Lima Contoh Kepemimpinan Umar Bin Khattab

Inilah Lima Teladan Kepemimpinan Umar Bin Khattab – Umar bin Khattab menjadi pemimpin Islam yang begitu familiar. Ia merupakan khalifah kedua Islam menggantikan Abu Bakar As-Siddiq. Pada masa kepemimpinannya, Islam berada dalam masa kejayaan yang begitu memukau.

Ia tidak saja disegani oleh kalangan manusia. Bahkan bangsa jin dan setan pun takut kepada sahabat berjuluk Amirul Mukminin tersebut. Keberhasilannya menaklukan banyak negeri tentu menjadi nilai plus tersendiri.

Hal ini menciptakan dirinya begitu disegani oleh banyak pemimpin dari banyak sekali negeri. Hal ini tidak lepas dari gaya kepemimpinan Umar patut diteladani.  Mulai dari gemar bermusyawarah, sampai terjun pribadi menangani urusan umat. Seperti apa lengkapnya? Berikut ulasannya.

1. Gemar Musyawarah
Teladan pertama dari seorang Umar bin Khattab ketika menjabat sebagai pemimpin ialah ia gemar bermusyawarah. Banyak kita jumpai pada ketika kini ini para pemimpin yang tidak mau bermusyawarah dengan rakyatnya terkait kebijakan yang hendak dilakukan.

Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku pada Umar, ia ialah sosok yang tidak pernah memposisikan dirinya sebagai seorang penguasa. Akan tetapi, ia beranggapan bersama-sama mempunyai kedudukan yang sama dengan anggota musyawarah lainnya.

Ia senantiasa meminta pendapat mengenai urusan yang dikerjakan. Ia tidak pernah memperlihatkan bahwa dirinya ialah pemengang kekuasaan yang bertindak semena-mena untuk mengambil keputusan.

Umar senantiasa menanamkan perasaan bahwa rakyatnya ialah guru yang akan memperlihatkan jalan kebaikan, menyelamatkannya dari kesengsaraan hisab di alam abadi kelak. Ia beranggapan bahwa pendapat yang diberikan oleh rakyatnya ketika bermusyawarah akan memperjelas kebenaran.

2. ‘APBN’ untuk Rakyat
Tidak hanya suka bermusyawarah, ternyata Umar bin Khattab juga termasuk ke dalam jajaran pimpinan yang senantiasa memikirkan rakyatnya. Ia senantiasa mempergunakan semua kekayaan negara untuk melayani rakyatnya.

Misalnya Umar mendirikan tembok-tembok dan benteng untuk melindungi kaum muslimin dari serangan mush. Dirinya juga membangun kota-kota untuk mensejahterakan rakyatnya. Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk mempergunakan kekayaan negara tersebut demi kepentingan pribadi.

Bahkan Umar ialah sosok pimpinan yang hidup dengan sangat zuhud, dirinya tidak tertarik dengan kemewahan, kenikmatan, dan segala bentuk kesenangan harta benda yang bersifat duniawi.

3. Menjunjung Tinggi Kebebasan

Teladan ketiga dari Umar bin Khattab ketika memimpin ialah ia senantiasa menjunjung tinggi kebebasan. Menurut dirinya, setiap orang berhak untuk hidup merdeka dan penuh kebebasan sebagaimana ketika mereka dilahirkan ke dunia ini.

Dalam satu muhasabahnya, Umar berkata pada dirinya sendiri, “Sejak kapan engkau memperbudak manusia, sedangkan mereka dilahirkan ibunya dalam keadaan merdeka?”

Umar sama sekali tidak takut akan kebebasan bangsanya, ia tidak pula merasa khawatir jikalau kebebasan tersebut akan mengancam dirinya. Bahkan ia sangat mengasihi kebebasan insan itu sendiri, laksana cinta seorang yang mabuk kepayang serta menyanjungnya dengan penuh ketulusan.

Namun hal yang harus dipahami ialah bersama-sama Umar menjunjung tinggi kebebasan yang penuh dengan kebenaran Islam. Dalam artinya kebebasan tersebut harus sesuai dengan semua hukum yang berlaku.

4. Bersedia Mendengar Kritik
Umar bin Khattab tidak pernah merasa dirinya ialah pimpinan yang sempurna. Oleh alasannya itu dirinya akan sangat bahagia apabila ada orang lain yang memperlihatkan saran atau kritik terhadap dirinya. Ia ialah sosok yang bersedia mendengarkan setiap kritikan tersebut.

Suatu hari Umar terlibat percakapan dengan salah seorang rakatnya, orang itu bersikeras dengan pendapatnya dan berkata kepada Amirul Mukminin, “Takutlah engkau kepada Allah.” Dan, orang itu menyampaikan hal itu berulang kali.

Lalu, salah seorang sahabat Umar membentak pria itu dengan berkata, “Celakalah engkau, engkau terlalu banyak bicara dengan Amirul Mukminin!”

Menyaksikan hal itu, Umar justru berkata, “Biarlah dia, tidak ada kebaikan dalam diri kalian kalau kalian tidak mengatakannya, dan kita tidak ada kebaikan dalam diri kita kalau tidak mendengarnya.”

5. Terjun Langsung Mengatasi Masalah Rakyatnya
Tentu kita sering mendengar bahwa Umar bin Khattab ialah sosok pemimpin yang benar-benar merakyat. Selain senantiasa memikirkan kepentingan rakyatnya, ia juga tidak sungkan untuk terjun pribadi mengatasi permasalah yang dialami rakyatnya.

Pernah suatu tengah malam, ketika semua orang terlelap dalam tidurnya ia justru berpatroli untuk mengecek kondisinya rakyatnya. “Jangan-jangan ada yang tidak sanggup tidur alasannya lapar,” begitu mungkin pikirnya
Pada ketika patroli tersebut, ia menunukan seorang ibu yang anak-anaknya menangis alasannya kelaparan. Sedangkan di rumah tersebut tidak ada sedikitpun materi makanan yang sanggup dimasak dan disuguhkan.

Mengetahui kenyataan tersebut, dengan segenap daya Umar pergi ke Baitul Maal dan memikul sendiri sekarung gandum dan diberikan kepada keluarga tersebut untuk kebutuhan makan mereka biar tidak lagi kelaparan.

Demikianlah informasi mengenai lima keteladanan Umar bin Khattab sebagai pemimpin. Tidak ada salahnya bagi kita kaum muslimin untuk meneladani gaya kepemimpinan Umar tersebut. Selain biar kepentingan rakyat sanggup terpenuhi, kita juga sanggup mempertanggungjawabkan jabatan tersebut di alam abadi kelak.

News Feed