by

Jangan Memaksa Kalau Meminta Di Alam Abadi Ini Akibatnya

-Islam-14 views

Dalam kehidupan bermasyarakat kita sering melaksanakan aktivitas meminta. Baik itu meminta pertolongan berupa jasa, waktu, uang, benda dan lain sebagainya. Aktivitas ini  menjadi salah satu bab dari kehidupan sosial yang susah untuk kita hindari.

Namun tahu kah anda bahwa ternyata Agama Islam melarang keras umatnya untuk meminta? Agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini menyarankan umatnya untuk terlebih dahulu berusaha untuk mendapat apa yang diinginkan, sebelum balasannya meminta kepada orang lain.

Terlebih meminta dengan cara memaksa, sehingga yang dimintai tidak sanggup menolaknya. Padahal sanggup saja mereka mempunyai urusan lain, atau sedang tidak mempunyai hal-hal yang dibutuhkan tersebut. Tidak hanya itu, orang yang gemar meminta dengan memaksa juga akan mengalami akhir ini di alam abadi nanti. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita memang tidak sanggup terlepas dari pemberian orang lain. Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi sebuah kewajiban jikalau harus memperlihatkan pemberian kepada sesamanya. Namun kebiasaan ini sebaiknya kita hindari.Karena belum tentu seseorang sanggup tulus membantu, mereka juga mempunyai pekerjaan lain yang sanggup saja terhambat alasannya yaitu seruan kita. Atau, mereka sedang tidak mempunyai apa yang sedang kita minta tersebut.

Agama Islam memperlihatkan perhatian lebih terhadap wacana yang satu ini. Meski mendapat pahala berlimpah bagi orang yang lapang dada menolong, namun yang meminta tolong dibutuhkan untuk berpikir ulang. Nabi Muhammad SAW melarang umatnya meminta-minta, meski hanya satu batang kayu siwak saja.

Ibnu Abbas ra. mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya. “Cukupkanlah dirimu dari meminta-minta kepada orang lain, walaupun sebatang kayu siwak (Kayu untuk menyikat gigi)” (HR Tabrani dan Bazaar).

Lantas bagaimana kita dikala ini? Dengan gampang minta traktir teman, padahal belum tentu mereka sedang mempunyai uang. Minta diantar ke suatu tempat, padahal sanggup saja orang tersebut sedang mempunyai urusan lain. Nasib baik jikalau mereka sanggup dengan lapang dada memberi dan menolong dengan ikhlas.

Namun bagaimana jikalau apa yang kita lakukan justru membebani dan merepotkan? Terkadang perilaku dalam meminta tolong dengan memaksa inilah yang menciptakan orang lain tidak ikhlas. Ternyata hal ini juga mendapat perhatian serius dari Nabi SAW.

Jabir ra. menyatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Seseorang yang tiba kepadaku meminta sesuatu, dan sesudah saya beri Ia pergi, maka yang dibawanya pulang itu hanya api neraka ” (hr Ibnu Hibban).

Jika seseorang tiba meminta (berbagai aspek) kemudian yang memberi merasa terpaksa atau tidak lapang dada berarti yang mereka terima yaitu api neraka. Banyak kita jumpai atau bahkan diri kita sendiri meminta kepada seseorang dengan terpaksa. Terkabulnya seruan kita kepada orang tersebut mungkin dianggap sebuah prestasi persusif yang bagus. Namun pada kenyataannya, apa yang kita terima yaitu api neraka, yang dirasakan diakhirat kelak. Artinya semakin banyak kita memaksa untuk meminta sesuatu, semakin besar pula potensi api neraka yang akan diterima.

Ibnu Abbas ra menyampaikan Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa meminta sesuatu kepada orang lain, padahal Ia tidak dalam keadaan terjepit oleh suatu petaka pada dirinya atau keluarganya, maka kelak pada hari final zaman Ia tiba dengan wajah tanpa daging sedikitpun” (HR. Baihaqi)

Memang tidak ada salahnya meminta dan tidak salah pula membantu orang-orang yang meminta. Namun jangan bersandar dan berharap kepadanya saja. Karena Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk tidak berharap kepada orang lain.

Said bin Abi Waqqosh ra. mengisahkan, telah tiba sesorang menemui Nabi Muhammad SAW “Ya Rasulullah, berilah saya wasiat dengan singkat.”

Nabi SAW kemudian bersabda “Jauhkanlah dirimu dari mengharap sesuatu dari orang lain” (HR Hakim dan disahkan oleh Baihaqi)

Namun, bukan berarti kita berhenti menolong orang lain yang meminta kepada kita. Karena sejatinya memberi lebih baik dibanding meminta, layaknya tangan di atas akan lebih baik dibanding tangan di bawah. Jika lapang dada lakukanlah, jikalau membebani katakanlah, namun jikalau tidak lapang dada namun tidak kuasa mengatakan, lakukan saja, biar Allah membalas kebaikan kita. Sehingga perlahan, kita akan selalu lapang dada membantu orang lain.

Bagi yang suka meminta, hentikanlah. Terlebih dengan program memaksa. Karena dengan meyusahkan orang lain di waktu kini, maka Allah SWT akan menyusahkan kita di alam abadi nanti.