by

Ketahui Empat Ciri Calon Penghuni Surga

-Islam-22 views

Surga menjadi daerah terindah yang didambakan bagi setiap umat manusia. Ada begitu banyak kenikmatan luar biasa yang terdapat di dalamnya. Namun, tentu saja nirwana tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang, hanya mereka yang sesuai kriterialah yang akan menjadi penghuninya.

Hal ini menciptakan orang bertanya-tanya apa saja kriteria dan syarat untuk menjadi penghuni surga. Surga hanya akan dihuni oleh mereka yang beriman dan senantiasa melaksanakan amalan kebaikan selama hidup di dunia.

Namun, selain kriteria di atas ternyata Allah SWT juga telah tetapkan kriteria tersendiri biar insan bisa menjadi penghuni surga. Bahkan Allah telah tetapkan empat ciri calon hamba yang akan menjadi penghuni surga. Apa sajakah ciri penghuni nirwana tersebut? Berikut informasinya.

Keempat ciri calon penghuni nirwana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya terdapat dalam Surah Qaf ayat 31-33. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan didekatkanlah nirwana itu kepada orang-orang yang bertakwa pada daerah yang tidak jauh dari mereka. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan beliau tiba dengan hati yang bertaubat.” (QS. Qaf [50]: 31-33).

1. Awwab
Ciri pertama calon penghuni nirwana ialah orang mempunyai perilaku awwab yakni mereka yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan. Selain itu, awwab juga diartikan sebagai pula kepada dzikrullah sehabis melalaikannya.

Ubaid bin Umair juga menjelaskan bahwa awwab ialah mengingat dosa-dosanya terdahulu kemudian beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Sedangkan berdasarkan Amam Mujahid, Awwab ialah orang yang mengenang kesalahannya dikala ia sendirian dak kemudian ia memohon maghfirah kepada Allah.

Manusia memang menjadi gudang untuk berbuat kesalahan. Akan tetapi, masih ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak istighfar, dengan demikian makan ia akan bisa menemukan jalan keluar dari setiap problem yang menimpanya. Allah SWT berfirman:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi sendiri, (segera) mengingat Allah, kemudian memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang sanggup mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Al-Imran [3]: 135).

2. Hafidz
Ciri kedua calon penghuni nirwana ialah mereka yang hafidz, yakni orang-orang yang memelihara aturan-aturan Allah SWT. Ibn Abbas menyampaikan bahwa maksud dari memilihara semua peraturan Allah SWT ialah ia memilihara apa pun yang sudah diamanatkan oleh Allah kepadanya dan mengerjalan apa yang sudah diwajbkan atasnya.

Orang yang mempunyai ciri hafidz ini akan senantiasa memilihara semua hak dan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Mereka akan bisa memakai kekuatan dan kelebihan dalam hal kebaikan serta menghindari dirinya dari banyak sekali kemaksiatan yang dihentikan oleh Allah SWT.

3. Khasyyah
Khasyyah menjadi ciri selanjutnya calon penghuni surga. Secara bahas khasyyah diartikan sebagai takut. Khasyyah ialah rasa takut seorang hamba yang disebabkan ilmu yang dimilikinya terhadap hal yang ditakuti.

Ketika seorang hamba mempunyai rasa khasyyah yang besar, maka ia akan mempunyai rasa cinta yang besar pula kepada Allah SWT. Dengan rasa cinta yang besar tersebut, maka ia akan melaksanakan semua amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Rasa khasyyah ini juga bisa meminimalisir hamba tersebut untuk berbuat maksiat. Hal ini dikarenakan orang yang mempunyai perilaku ini akan merasa bahwa Allah berada dimana-mana dan mengawasi setiap gerak-geriknya sehingga ia merasa takut untuk melaksanakan perbuatan dosa.

4. Hati yang Inabah
Ciri terakhir seorag hamba yang menjadi calon penghuni nirwana ialah mereka yang mempunyai hati yang inabah. Ibn Abbas menyampaikan maksud dari ciri ini ialah seorang hamba yang tiba dengan hati yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan. Pada hakikatnya inabah diartikan sebagai menghadapnya qalbu kepada Allah SWT.

Inabah menjadi inti dari ibadah yang agung. Allah SWT mensifati para Nabi dan hamba yang beriman dengan sifat inabah ini. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai badan (yang lemah lantaran sakit), kemudian beliau bertobat.” (QS. Shad [38]: 34).

Menurut Ibn al-Qayyim, inabah ialah kembali menggapai ridha Allah disertai dengan taubat serta niatan yang ikhlas. Memiliki sifat inabah menjadi salah satu pintu untuk memperoleh hidayah dari Allah SWT.

Demikianlah warta mengenai empat ciri calon penghuni surga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba yang mempunyai keempat sifat tersebut. Agar Allah SWT membukakan pintu selebar-lebarnya bagi kita untuk menjadi penghuni nirwana yang kekal.

News Feed