Abrasi Sungai Krueng Cut Kian Mengkhawatirkan, Ali Sadikin Desak Pemerintah Turun Tangan

REDAKSI NAGAN RAYA - ACEH BARAT

- Writer

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:16 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA, ACEH – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, dalam sepekan terakhir meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap luapan sungai dan abrasi yang mengancam permukiman warga.

Sejumlah rumah dilaporkan rusak berat hingga hanyut terbawa arus sungai, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Sadikin, turun langsung ke lapangan pada Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan itu dilakukan setelah dirinya menerima laporan dari masyarakat Gampong Krung Cut, Kemukiman Pulo Raga, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Dalam kunjungan tersebut, Ali Sadikin melihat secara langsung kondisi rumah warga yang rusak akibat derasnya arus sungai serta dampak abrasi yang terus menggerus kawasan permukiman.

Menurut Ali Sadikin, persoalan abrasi sungai di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru. Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat telah menghadapi ancaman kerusakan rumah dan bangunan usaha akibat luapan air serta pengikisan tebing sungai yang semakin meluas.

“Persoalan ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Masyarakat membutuhkan perlindungan agar rumah dan tempat usaha mereka tidak terus-menerus terancam oleh arus sungai,” ujar Ali Sadikin.

Sejumlah Rumah dan Bangunan Dilaporkan Rusak

Ali Sadikin menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pada 2024 terdapat dua bangunan yang mengalami kerusakan total, yakni satu unit kilang padi milik Azhari dan satu unit rumah milik Kamarliyah.

Sementara itu, dalam kejadian yang dilaporkan pada 23 Oktober 2026, terdapat tujuh rumah warga yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat luapan air sungai serta abrasi. Nama-nama pemilik rumah yang disampaikan kepadanya meliputi Azhar, Hasanuddin, Surya, Abdullah Saleh, Raden, Laoutdan, dan Sabitah.

Kondisi tersebut, menurut Ali Sadikin, semakin memprihatinkan karena abrasi sungai disebut terus meluas dan mengancam keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah rumah dan bangunan lain yang menurut laporan warga telah terdampak arus sungai sejak sekitar 2010. Daftar tersebut mencakup rumah Mahmud, KJR Loman, Abd. Rahman, rumah atau kilang padi milik Abd. Rahman, Kamaliah, dan Damat.

Data mengenai jumlah bangunan terdampak, tahun kejadian, serta tingkat kerusakan tersebut perlu didata dan diverifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Ali Sadikin Minta Pemerintah Hadir dengan Solusi Nyata

Melihat kondisi tersebut, Ali Sadikin meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memberikan perhatian khusus terhadap persoalan abrasi sungai di Gampong Krung Cut.

Ia berharap instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan, pendataan rumah terdampak, serta kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi sungai di lapangan.

Menurutnya, upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Ujar Ali Sadikin

Diperlukan langkah pencegahan dan penanganan jangka panjang agar abrasi tidak terus meluas dan semakin banyak rumah warga yang terancam.

“Harapan kita, pemerintah dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan mencari solusi yang tepat. Jangan sampai kerusakan terus bertambah sementara warga hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan deras dan air sungai meluap,” tambahnya.

Ia menilai pembangunan pengaman tebing sungai atau langkah teknis lainnya perlu dikaji oleh instansi berwenang sesuai hasil survei lapangan, karakteristik aliran sungai, serta tingkat ancaman terhadap permukiman warga.

Warga Berharap Mendapatkan Perlindungan

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Krueng Cut, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap tempat tinggal, sumber penghidupan, dan rasa aman keluarga.

Karena itu, perhatian pemerintah sangat diharapkan agar masyarakat memperoleh kepastian penanganan serta perlindungan dari risiko kerusakan yang dapat semakin parah apabila luapan sungai kembali terjadi.

Secara terpisah, Keuchik Gampong Krung Cut, Ilyas, juga menyampaikan informasi terkait kondisi masyarakat setempat.

Masyarakat berharap persoalan abrasi Sungai Krueng Cut mendapat perhatian serius dari seluruh tingkatan pemerintahan. Penanganan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan diharapkan mampu melindungi permukiman serta mencegah bertambahnya kerugian yang dialami warga.

Secara terpisah, Keuchik Gampong Krung Cut, Ilyas, menyampaikan bahwa abrasi dan luapan Sungai Krueng Cut menjadi persoalan yang sangat memprihatinkan bagi masyarakat setempat.

Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius mengingat dampaknya terhadap permukiman dan bangunan milik warga yang berada di sekitar aliran sungai. Imbuh Ilyas

Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah penanganan yang nyata dan berkelanjutan agar ancaman abrasi tidak semakin meluas, terutama ketika hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat.

“Kami berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Gampong Krung Cut.

Kami sangat berharap adanya peninjauan langsung dan langkah penanganan yang tepat untuk melindungi rumah serta keselamatan masyarakat,” demikian draf pernyataan yang dapat. (*)

Berita Terkait

Sudah Lama Butuh Perhatian, Kondisi Jalan Pertanian Desa Air Dingin Ditinjau Jamaluddin Idham
Sudah Lama Butuh Perhatian, Kondisi Jalan Pertanian Desa Air Dingin Ditinjau Jamaluddin Idham
Temu Kader di Simeulue, Jamaluddin Idham Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Didampingi Yarmaliza, Dari Kampus untuk Desa, DPM FIK UTU Hadirkan TEMPE BERDAYA: Inovasi Pangan Lokal untuk Ekonomi dan Pencegahan Stunting
Tambang Ilegal Nagan Raya Bukan Kejahatan Kecil, Ratusan Ekskavator Diduga Jadi Bukti Pembiaran Lama
Aris Wandi Sampaikan Selamat dan Sukses untuk Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto
Jumat Berkah, Polres Nagan Raya Dekatkan Polri dengan Masyarakat Seunagan Timur
Keberanian Warga, Arogansi PT AJB: Sengketa Tanah Geunang Jadi Alarm Penyalahgunaan Izin Tambang

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:39 WIB

Belum 24 Jam Ditangkap, Buron Lapas Kutacane Tewas di RSUD, Penanganan Kesehatan Dipertanyakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Jembatan Dinilai Tak Optimal dan Penerangan Minim, Sukri Win Bangsu Kritik Penanganan Banjir Kuning I yang Belum Tuntas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dampak Tanggul Jebol di Kali Alas, Ratusan Hektare Perkebunan Hilang dan Regulasi Lingkungan Dipertaruhkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:07 WIB

Anggaran Dana Desa Dipertanyakan, Pendaftaran Pilkades di Aceh Tenggara Diduga Dipungut hingga Rp30 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 20:48 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Minggu, 13 September 2026 - 22:25 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan

Berita Terbaru