Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

50297 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM —detikaceh.com. Polemik dugaan keterlibatan Sekretaris Desa (Sekdes) Lae Mbersih dalam kampanye akbar calon kepala kampong nomor urut 02 memasuki babak baru. Ketua Pengawas sekaligus BPG Kampong Lae Mbersih, Marjan, mengakui bahwa tindakan yang menjadi sorotan tersebut dinilai menyalahi aturan.

Pernyataan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan ketidaknetralan aparatur pemerintahan kampong dalam momentum pemilihan kepala kampong.

“Kami akui hal tersebut menyalahi aturan,” tegas Marjan saat dikonfirmasi 1Kabar.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawas menyebut persoalan itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Penjabat (Pj.) Kepala Kampong Lae Mbersih untuk memanggil aparatur kampong dan anggota BPG guna melakukan klarifikasi.

Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai sanksi, persoalannya justru belum jelas.

Marjan mengaku masih melakukan koordinasi dengan Pj. Kepala Kampong untuk menentukan siapa yang memiliki kewenangan memberikan sanksi serta bentuk sanksi yang tepat.

“Saat ini saya lagi koordinasi dengan Pj. Kepala Kampong siapa yang berwenang memberikan sanksi dan apa sanksinya, karena baru kali ini hal ini terjadi,” ujarnya.

Sudah Diakui Menyalahi Aturan, Lalu Apa Tindak Lanjutnya? Pernyataan pengawas tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Jika tindakan tersebut memang telah dinilai menyalahi aturan, apakah persoalan itu cukup diselesaikan melalui pemanggilan dan klarifikasi, atau akan ada tindakan lebih lanjut?

Publik juga patut mengetahui siapa sebenarnya pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan dan menjatuhkan sanksi apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran.

Pertanyaan tersebut penting agar proses pengawasan Pilkades tidak berhenti sebatas pernyataan, tetapi memiliki tindak lanjut yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sekdes Belum Menjawab Substansi, Kirim Foto Dagangan

Di sisi lain, Sekdes Lae Mbersih, Adi Syahputra Manik, belum memberikan jawaban atas substansi konfirmasi yang diajukan 1Kabar.com.

Saat dihubungi, Adi menyampaikan dirinya sedang berjualan di pajak harian Kota Subulussalam.

“Sekarang saya lagi berjualan di pajak harian Kota Subulussalam, mohon maaf sebelumnya,” jawabnya.

Tidak hanya menyampaikan alasan sedang sibuk, Adi juga mengirimkan foto dagangannya kepada wartawan 1Kabar.com sebagai gambaran bahwa dirinya memang sedang menjalankan aktivitas berjualan.

1Kabar.com kemudian menghargai penjelasan tersebut dan memberikan kesempatan kepada Adi untuk memberikan klarifikasi setelah memiliki waktu luang.

Namun hingga berita ini disusun, belum ada jawaban substantif dari Adi terkait sejumlah pertanyaan penting, terutama mengenai kehadirannya dalam kampanye akbar nomor urut 02, kapasitasnya saat berbicara, serta isi pidato yang disebut menyinggung persoalan sejadah Masjid Lae Mbersih dan mengaitkannya dengan dua anggota DPRK Subulussalam serta seorang ketua partai politik.

Bola Kini di Tangan Pihak Berwenang Polemik ini kini bukan sekadar persoalan apakah seorang aparatur kampong hadir di sebuah kegiatan politik. Lebih jauh, publik menunggu bagaimana mekanisme pengawasan bekerja ketika dugaan pelanggaran menyangkut aparatur pemerintahan kampong.

Pengawas telah menyatakan tindakan tersebut menyalahi aturan. Namun, sanksi belum ditentukan dan kewenangan pemberi sanksi masih dikoordinasikan.

Di sinilah transparansi diuji.Masyarakat berhak mengetahui apakah persoalan tersebut akan berhenti pada klarifikasi atau dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran.

Sementara itu, 1Kabar.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Sekdes Lae Mbersih, Pj. Kepala Kampong, Pengawas/BPG, maupun pihak lain yang disebut untuk memberikan klarifikasi.

Satu hal yang kini menjadi perhatian publik: jika netralitas aparatur memang menjadi aturan yang harus dijaga, bagaimana pengawasan dan penindakannya ketika aturan tersebut diduga dilanggar?

1Kabar.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Berita Terkait

Tambang Ilegal Nagan Raya Bukan Kejahatan Kecil, Ratusan Ekskavator Diduga Jadi Bukti Pembiaran Lama
Aris Wandi Sampaikan Selamat dan Sukses untuk Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas
Solar Industri Mengalir Lancar Ke Hutan Geumpang, SPBU Dan Jalur BBM Ilegal Tak Pernah Disentuh Aparat
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Minta Dewan Pers Mengawal Pemukulan Wartawan di Kolut – Tak Boleh Didiamkan! KAPOLRI & KAPOLDA SULTRA DIMINTA TURUN TANGAN!
Jerry Massie Kembali Serang Narasi Politik Jokowi, Ungkit Esemka, IKN, Impor, Tiga Periode dan Polemik Ijazah
Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru