Dedi Armansyah B. Manalu, Sosok Calon Pemimpin Desa yang Bawa Gagasan Perubahan

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:06 WIB

50304 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM —detikaceh.com. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Subulussalam Tahun 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat. Salah satu sosok yang tampil membawa gagasan perubahan adalah Dedi Armansyah B. Manalu, S.Pd.I, calon kepala desa nomor urut 1.

Dengan mengusung semangat “Aksi Nyata untuk Peralihan Menuju Terciptanya PAD Desa”, Dedi menawarkan visi untuk mendorong peningkatan sumber daya dan pendapatan desa agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam visi yang disampaikan, Dedi menargetkan “Terciptanya Sumber Daya Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Subulussalam.” Gagasan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam pencalonannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya berbicara mengenai peningkatan pendapatan desa, Dedi juga membawa misi perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa. Salah satunya adalah mengupayakan peralihan sistem manajemen birokrasi Pemerintahan Desa Subulussalam agar berjalan lebih baik dan positif.

Menurut gagasan yang ditawarkan, tata kelola pemerintahan desa harus dibangun dengan sistem yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih terbuka.

Selain itu, keterbukaan dan transparansi pengelolaan anggaran dana desa kepada publik menjadi bagian penting dari misi Dedi. Transparansi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui arah pembangunan serta penggunaan anggaran desa.

Kehadiran Dedi Armansyah B. Manalu sebagai calon nomor urut 1 pun menjadi salah satu pilihan yang kini diperbincangkan dalam dinamika Pilkades Subulussalam 2026.

Dengan slogan “Bersatu Kita, Pasti Bisa!!”, Dedi mengajak masyarakat untuk melihat momentum pemilihan kepala desa bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebagai kesempatan untuk menghadirkan tata kelola desa yang lebih terbuka, produktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Masyarakat tentunya akan menjadi penentu akhir dalam menentukan sosok pemimpin yang dianggap mampu membawa Desa Subulussalam menuju arah yang lebih baik.

Dedi Armansyah B. Manalu, S.Pd.I — Nomor Urut 1. Pilihan pemimpin, pilihan untuk perubahan Desa Subulussalam.

Berita Terkait

Jumat Berkah, Polres Nagan Raya Dekatkan Polri dengan Masyarakat Seunagan Timur
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Tambang Emas Ilegal Kluet Tengah Menggeliat, Dugaan Setoran Alat Berat dan Aliran BBM Dipertanyakan
Keberanian Warga, Arogansi PT AJB: Sengketa Tanah Geunang Jadi Alarm Penyalahgunaan Izin Tambang
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81
Pastikan “Rumah Kita” Bersih dari Narkoba Kalapas Lhoksukon Gelar Tes Urine Untuk Pegawai

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:18 WIB

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 00:17 WIB

Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda

Selasa, 22 September 2026 - 00:43 WIB

Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 23:51 WIB

Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Kamis, 10 September 2026 - 22:45 WIB

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:08 WIB

6. Dugaan Mark-Up Pengadaan Kitab Otsus Aceh Mencuat, 71 Paket Bernilai Rp50,53 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terbaru