Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Pimpin Penyelidikan Kematian Tragis Sahila Kharunisa, Dua Anjing Pelacak Dikerahkan Ungkap Motif Pembunuhan Bocah di Lawe Alas

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:23 WIB

50985 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Kapolres Aceh Tenggara beserta jajaran kembali mendatangi rumah duka korban pembunuhan sadis bocah 10 tahun, Sahila Kharunisa, di Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Minggu (10/5/2026). Kehadiran polisi di tengah keluarga korban dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan terus berjalan serta memberikan dukungan moral bagi pihak keluarga yang masih dirundung duka dan kesedihan mendalam sejak peristiwa memilukan itu terjadi.

Keterangan dari keluarga menyebutkan, Sahila pertama kali dinyatakan hilang pada Kamis malam, 30 April 2026. Paman korban baru mengetahui kejadian itu setelah dua hari berlalu, sementara selama ini Sahila tinggal bersama nenek dan pamannya. Sang ayah, Andro Affandi (40), saat peristiwa berlangsung sedang bekerja di dapur MBG di Kabupaten Bireuen. Di waktu bersamaan, nenek Sahila, Nurijah (65), tengah berada di Takengon, Aceh Tengah, untuk bekerja sebagai buruh pemetik kopi.

Sosok Sahila dikenal keluarga dan warga sebagai anak yang penurut, rajin mengaji, dan berperilaku baik di lingkungan sekitarnya. Sehari-hari, bocah perempuan itu juga kerap membantu mengurus adiknya, Hilal Al-Qodri, yang baru berusia 4 tahun, terutama sepulang sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai dinyatakan hilang, keluarga berinisiatif melakukan pencarian dibantu warga dengan menyisir perkampungan hingga ke area perkebunan sekitar desa. Laporan kehilangan semula diajukan ke kepala desa, lalu diteruskan ke Polsek Lawe Alas. Selanjutnya, Polres Aceh Tenggara langsung membentuk tim pencarian dan penyelidikan intensif.

Akhir pencarian yang melelahkan berakhir pilu pada Jumat, 8 Mei 2026. Jasad Sahila ditemukan oleh tim kepolisian tidak jauh dari permukiman warga. Isak tangis keluarga pecah di lokasi penemuan, seiring terkuaknya nasib tragis bocah yang baru berusia 10 tahun itu.

Pihak keluarga mengaku sempat kebingungan atas kejadian ini, terlebih hubungan dengan terduga pelaku selama ini dikenal baik dan tidak pernah terjadi percekcokan. Warga sekitar pun membenarkan bahwa hubungan kedua keluarga terjalin secara harmonis, sehingga kejadian ini begitu mengejutkan dan meninggalkan luka mendalam di tengah masyarakat. Terkait motif pembunuhan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Memasuki hari ketiga pasca ditemukan jasad korban, AKBP Yulhendri S.H., S.I.K., M.I.K., selaku Kapolres Aceh Tenggara, turun langsung memimpin penyelidikan bersama Kasat Reskrim Zery Irfan, Kasat Intelkam Iptu Zakaria, serta Kapolsek Lawe Alas Sukardi. Untuk menguatkan pencarian bukti, dua ekor anjing pelacak dikerahkan ke sekitar lokasi guna mengantisipasi temuan-temuan baru yang dapat membantu mengungkap pelaku dan motif kejahatan tersebut.

Kunjungan Kapolres dan pejabat utama Polres Aceh Tenggara ke rumah duka pada Minggu siang bukan hanya menjadi bagian dari proses investigasi, tetapi juga bentuk empati dan perhatian kepada keluarga korban. Polisi pun memberi penjelasan terkait perkembangan penyelidikan serta mendengarkan aspirasi pihak keluarga yang berharap agar pelaku dihukum setimpal sesuai hukum berlaku demi keadilan untuk Sahila.

Tragedi yang menimpa siswa sekolah dasar ini menjadi perhatian luas masyarakat, apalagi mengingat korban dikenal berkepribadian baik serta dicintai warga sekitar. Proses penyelidikan terus diintensifkan untuk menemukan fakta-fakta baru dan memastikan kasus berpindah pada pengungkapan yang jelas, sekaligus menjadi penegasan komitmen aparat menuntaskan perkara hingga tuntas.

Pihak keluarga masih menunggu perkembangan lanjutan dari Kepolisian Aceh Tenggara sembari berharap keadilan dapat ditegakkan secara maksimal, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan mereka. Kejadian ini menjadi alarm bagi warga dan pihak berwenang agar semakin memperkuat perlindungan terhadap anak-anak dari ancaman kekerasan dan tindak kejahatan di kemudian hari. (RED)

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Minta Dewan Pers Mengawal Pemukulan Wartawan di Kolut – Tak Boleh Didiamkan! KAPOLRI & KAPOLDA SULTRA DIMINTA TURUN TANGAN!
Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan
Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu
Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan
Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru