Listrik Sering Padam Pengolahan Gabah Terganggu Di Nagan Raya Petani Minta PLN Serius Tanganinya 

REDAKSI NAGAN RAYA - ACEH BARAT

- Writer

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKA MAKMUE — Gangguan listrik yang disebut kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mulai dikeluhkan petani karena berdampak terhadap aktivitas pengolahan gabah, terutama ketika kondisi cuaca hujan.

Sejumlah petani mengaku kesulitan melakukan proses pengolahan dan pengeringan padi di kilang ketika pasokan listrik mengalami pemadaman.

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aktivitas petani sekaligus mengganggu kelancaran rantai pengolahan hasil pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rustam, warga Kecamatan Seunagan Timur, kepada media ini, Senin (14/9/2026), mengatakan pemadaman listrik menjadi salah satu kendala yang mereka hadapi, terlebih ketika hujan turun.

“Gara-gara listrik sering padam, padi kami menjadi terkendala untuk diproses di kilang. Kondisinya semakin sulit ketika hujan, karena padi membutuhkan penanganan dan pengeringan agar kualitasnya tetap terjaga,” ujar Rustam.

Menurutnya, persoalan listrik bukan hanya menyangkut kenyamanan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi petani.

Jika proses pengolahan gabah tersendat, petani dikhawatirkan ikut menanggung kerugian karena hasil panen membutuhkan penanganan tepat waktu.

Ketahanan pangan jangan sampai terganggu

Rustam berharap persoalan pasokan listrik di wilayah pedesaan dapat menjadi perhatian serius.

Menurutnya, petani membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang stabil agar proses produksi hingga pengolahan hasil pertanian dapat berjalan dengan baik.

“Kalau listrik sering padam, bukan hanya rumah tangga yang terganggu. Aktivitas petani dan kilang padi juga ikut terkena dampaknya. Kita berharap ada solusi agar persoalan ini tidak terus berulang,” katanya.

Keluhan serupa disebut juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Nagan Raya. Gangguan listrik yang terjadi berulang dinilai perlu mendapatkan perhatian karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat sekaligus bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Humas Direktur CV Kilang Padi Riski Perkasa, Mursalin, membenarkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi selama ini menimbulkan sejumlah kendala dalam aktivitas kilang.

“Selama sering terjadi pemadaman listrik, banyak pekerjaan kami yang mengalami kendala. Aktivitas di kilang tentu sangat bergantung pada ketersediaan listrik,” ujar Mursalin.

Ia menilai kelancaran pengolahan gabah memiliki hubungan erat dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Karena itu, kestabilan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas pengolahan hasil pertanian dapat berjalan secara optimal.

Petani berharap ada solusi, bukan sekadar keluhan

Masyarakat berharap gangguan listrik yang terjadi di berbagai wilayah Nagan Raya dapat segera ditangani secara serius dan transparan. Petani maupun pelaku usaha penggilingan padi membutuhkan kepastian agar kegiatan mereka tidak terus terganggu.

Apalagi di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan, dukungan terhadap infrastruktur dasar seperti listrik menjadi hal yang tidak kalah penting.

Sebelum berita ini diterbitkan, media ini telah berupaya menghubungi pihak PLN untuk memperoleh penjelasan terkait keluhan pemadaman listrik tersebut. Namun, hingga berita ini disiarkan, pihak PLN belum berhasil dikonfirmasi.

Media ini tetap membuka ruang bagi pihak PLN untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik dan langkah penanganan yang dilakukan. (*)

Berita Terkait

Didampingi Yarmaliza, Dari Kampus untuk Desa, DPM FIK UTU Hadirkan TEMPE BERDAYA: Inovasi Pangan Lokal untuk Ekonomi dan Pencegahan Stunting
Tambang Ilegal Nagan Raya Bukan Kejahatan Kecil, Ratusan Ekskavator Diduga Jadi Bukti Pembiaran Lama
Aris Wandi Sampaikan Selamat dan Sukses untuk Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto
Jumat Berkah, Polres Nagan Raya Dekatkan Polri dengan Masyarakat Seunagan Timur
Keberanian Warga, Arogansi PT AJB: Sengketa Tanah Geunang Jadi Alarm Penyalahgunaan Izin Tambang
Pemindahan Dapur MBG ke Sekolah Dinilai Perlu Dikaji, Efisiensi Anggaran Harus Jadi Pertimbangan
Saleh Ali PJ Keuchik Gampong Blang Baro Rambong Serahkan Stempel Keuchik Kepada Mustafa
Pendaki Hilang di Gunung, Keselamatan Harus Jadi Prioritas Setiap Petualang Alam

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Dengan Total Sekitar 1.300 PPPK Paruh Waktu di Gayo Lues, Audiensi ke DPRK Tekankan Urgensi Kejelasan Status, Kesejahteraan, dan Perpanjangan Kontrak yang Konsisten

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:01 WIB