Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

Detik Aceh

- Writer

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:40 WIB

50127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, – Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih berat bagi sebagian masyarakat pada tahun 2026, muncul keluhan dari sejumlah orang tua siswa terkait biaya perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut keterangan sejumlah wali murid, setelah dinyatakan diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), mereka diwajibkan menyiapkan biaya perlengkapan sekolah yang nilainya berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per siswa. Biaya tersebut disebut harus dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan.

Salah seorang orang tua siswa mengaku cukup terkejut dengan besarnya biaya yang harus disiapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku ketemu Rp3 juta, sisa Rp200 ribu untuk jajan dan kebutuhan lainnya. Anak laki-laki diterima di SMP itu, biayanya sekitar Rp2,4 juta. Kalau perempuan sekitar Rp2,5 juta. Asli terasa berat,” ungkapnya menggunakan dialek daerah.

Orang tua tersebut juga menjelaskan bahwa pembayaran biaya perlengkapan sekolah dapat dilakukan secara tunai maupun melalui rekening bank. Menurutnya, sebagian wali murid menerima rekening tabungan beserta kartu ATM dari Bank Sumsel Babel untuk keperluan pembayaran tersebut.

Menurutnya, biaya tersebut baru mencakup paket perlengkapan yang disediakan sekolah. Sementara itu, orang tua masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan lain seperti seragam putih-biru, seragam pramuka, sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan penunjang sekolah lainnya.

“Itu baru biaya perlengkapan dari sekolah. Belum lagi beli baju putih-biru, pakaian pramuka, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya. Pokoknya lemas saya memikirkan biayanya,” ujarnya.

Sementara orang tua lainnya menyebut biaya yang diminta berbeda sesuai jenis kelamin siswa.

“Kalau anak saya diminta sekitar Rp2.445.000 atau hampir Rp2,5 juta. Kalau untuk anak perempuan sekitar Rp2.485.000,”* ujarnya singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket perlengkapan sekolah yang disediakan terdiri dari 10 item, yakni almamater, baju batik, baju muslim, dasi, ikat pinggang, tiga pasang kaos kaki, atribut pangkat atau lencana, jilbab untuk siswi, rompi, dan baju olahraga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, menyampaikan bahwa harga perlengkapan sekolah pada umumnya dapat bervariasi tergantung kualitas bahan, lokasi, dan kebijakan masing-masing sekolah.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang pernah ditemuinya dalam pengadaan perlengkapan sekolah, kisaran harga paket perlengkapan untuk tingkat SMP umumnya berada pada rentang Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa, tergantung spesifikasi dan kualitas barang.

“Perlu adanya keterbukaan mengenai rincian harga setiap item agar masyarakat mengetahui komponen biaya yang dibayarkan. Dengan adanya rincian tersebut, publik dapat menilai apakah biaya yang dikenakan telah sesuai dengan kualitas dan kebutuhan yang diberikan,” ujar Fidiel, Selasa (23/6/2026).

Ia juga berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan resmi terkait dasar penetapan biaya perlengkapan tersebut, termasuk mekanisme pengadaan, rincian harga per item, serta apakah terdapat pilihan bagi orang tua untuk membeli perlengkapan secara mandiri dari luar sekolah.

Sejumlah orang tua berharap adanya perhatian dari instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, guna memastikan seluruh proses pengadaan perlengkapan sekolah berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, para wali murid juga berharap adanya keterbukaan mengenai sistem pembayaran yang diterapkan, termasuk penggunaan rekening bank dalam proses pelunasan biaya perlengkapan sekolah.

Hingga berita ini ditulis, pihak SMP Negeri 1 Indralaya belum memberikan keterangan resmi terkait rincian biaya perlengkapan sekolah yang dikeluhkan oleh sejumlah wali murid tersebut. Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia

Berita Terkait

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
VIRAL! Aksi Sederhana Mantan Wali Kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang SE Hadir di Pesta Masyarakat Penanggalan
Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan
Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu
Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan
Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K. Bangun Sinergi dengan Wartawan Lewat Ngopi Bersama
Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori
Semarak Hari Damai Aceh ke-21, SMA Negeri 1 Simpang Kiri Gelar Dzikir, Doa dan Aksi Bersih Masjid

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:18 WIB

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 00:17 WIB

Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda

Selasa, 22 September 2026 - 00:43 WIB

Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 23:51 WIB

Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Kamis, 10 September 2026 - 22:45 WIB

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:08 WIB

6. Dugaan Mark-Up Pengadaan Kitab Otsus Aceh Mencuat, 71 Paket Bernilai Rp50,53 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terbaru