BIREUEN – Sebuah alat berat jenis excavator merek Hitachi Zaxis 200 terjebak di tengah derasnya arus banjir yang meluap di sebuah bendung sungai di Kabupaten Bireuen. Peristiwa menegangkan itu membuat puluhan warga berkumpul di bibir tanggul yang sudah tergerus, menyaksikan upaya penyelamatan alat berat tersebut dari amukan air berlumpur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika excavator tersebut sedang melakukan pekerjaan normalisasi atau pengerukan material di alur sungai. Namun debit air tiba-tiba naik drastis akibat hujan deras di hulu. Dalam hitungan menit, air bah berwarna cokelat pekat meluap melewati bendung dengan ketinggian yang tidak biasa, menghantam langsung badan excavator hingga membuatnya tidak bisa bergerak dan hampir tenggelam.
Posisi excavator saat itu berada tepat di bawah terjunan bendung. Lengan bucket-nya tertancap di dalam air keruh yang berputar kencang. Terlihat dua operator berusaha bertahan di atas kabin dan di dalam kabin, berpegangan erat sementara arus terus mengguncang alat berat seberat belasan ton itu. Di sekitarnya, bongkahan batu bronjong dan material lumpur terseret arus.
Di tepi sungai, suasana berubah menjadi tontonan cemas. Puluhan warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berdiri dan duduk di tebing yang terkikis banjir. Beberapa warga merekam kejadian dengan telepon genggam sambil berteriak memberi arahan kepada operator. Tidak ada barikade pengaman di lokasi tersebut, sehingga warga berada sangat dekat dengan bibir longsoran yang rawan ambruk.
Beruntung, berdasarkan informasi pada 7 Oktober 2026, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga air mulai sedikit surut menjelang petang, excavator masih bertahan di tengah sungai dengan posisi mesin terbuka. Warga berharap alat berat tersebut segera dapat dievakuasi sebelum banjir susulan kembali datang, mengingat kondisi cuaca di kawasan Bireuen dan sekitarnya masih diliputi awan mendung dan hujan. (*)




































