SIMEULUE — Anggota DPR RI, Jamaluddin Idham, meninjau langsung kondisi jalan pertanian di Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Minggu (25/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan.
Dalam peninjauan itu, Jamaluddin didampingi kepala desa setempat serta sejumlah warga. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berharap adanya perhatian dan penanganan terhadap kondisi jalan pertanian yang dinilai sudah cukup lama membutuhkan perbaikan.
Jalan pertanian memiliki peran strategis bagi masyarakat pedesaan. Selain menjadi akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, jalan tersebut juga menunjang kelancaran pengangkutan hasil produksi masyarakat. Karena itu, kondisi infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung produktivitas dan aktivitas ekonomi warga.
Jamaluddin mengatakan, jalan pertanian bukan sekadar sarana penghubung, melainkan bagian penting dari roda perekonomian masyarakat. Kondisi jalan yang kurang memadai dapat menyulitkan mobilitas petani, meningkatkan biaya pengangkutan, serta menghambat distribusi hasil pertanian.
“Jalan ini bukan sekadar akses biasa. Ini merupakan jalur ekonomi masyarakat. Kalau kondisi jalannya tidak memadai, tentu akan berdampak pada biaya angkut, hasil pertanian, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Jamaluddin.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan perlu mendapat perhatian serius, terutama pada akses yang secara langsung menunjang mata pencaharian dan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, peninjauan langsung dilakukan agar dirinya dapat mengetahui kondisi nyata di lapangan sekaligus memahami kebutuhan warga secara lebih jelas.
“Saya datang langsung supaya bisa melihat kondisi sebenarnya. Masyarakat menyampaikan bahwa jalan ini sudah sangat lama membutuhkan perhatian. Aspirasi seperti ini harus kita dengarkan dan kita perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
Jamaluddin juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pendataan serta mengkaji langkah penanganan yang memungkinkan terhadap jalan pertanian tersebut.
Menurutnya, koordinasi antarpihak diperlukan agar persoalan infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan, kebutuhan, dan kemampuan anggaran.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan melihat kondisi jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya menyampaikan keluhan tanpa ada tindak lanjut. Saya akan coba komunikasikan persoalan ini dengan pemerintah dan pihak terkait agar dapat dicarikan solusi dan skema penanganannya,” tegasnya.
Sementara itu, kepala desa setempat menyampaikan bahwa masyarakat sangat berharap adanya perhatian terhadap pembangunan dan peningkatan jalan pertanian di Desa Air Dingin.
Akses tersebut telah lama dimanfaatkan warga untuk menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan, termasuk membawa hasil produksi dari lahan menuju tempat pengumpulan maupun pemasaran.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait agar kondisi jalan tersebut dapat ditangani secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Jamaluddin berharap pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Simeulue dapat terus ditingkatkan dan menjangkau wilayah pedesaan secara lebih merata, terutama daerah yang masih membutuhkan perhatian terhadap akses penunjang perekonomian masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, memperlancar distribusi hasil produksi, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui peninjauan tersebut, diharapkan aspirasi warga Desa Air Dingin dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, sehingga kebutuhan infrastruktur pertanian masyarakat dapat memperoleh solusi yang tepat. (*)



































