Dikepung Massa Aksi, Kepala Satpol PP Langsa Klarifikasi di Jalanan di Tengah Kepungan Aparat

Detik Aceh

- Writer

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:42 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA – Pemandangan tak lazim terjadi di halaman kantor pemerintahan Kota Langsa ketika Kepala Satuan Polisi Pamong Praja harus memberikan klarifikasi langsung di tengah kerumunan massa aksi yang mengepungnya, dengan pengawalan ketat puluhan aparat kepolisian dan personel Satpol PP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berlangsung saat peserta aksi mendatangi kantor untuk menuntut kejelasan terkait kebijakan penertiban yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Alih-alih difasilitasi dalam forum audiensi resmi di dalam ruangan, dialog justru terjadi di jalan, dengan saling berebut pengeras suara antara perwakilan massa dan pejabat.

Kepala Satpol PP Kota Langsa yang mengenakan seragam lengkap dengan tanda jabatan tampak berusaha menjelaskan duduk persoalan di hadapan massa. Di sekelilingnya, perwira kepolisian berjaga, sementara di belakang terlihat spanduk bertuliskan Kawasan Tanpa Rokok yang menandakan lokasi kejadian berada di kompleks perkantoran pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan sempat memuncak ketika perwakilan aksi dengan jaket putih-hijau mencecar pejabat tersebut dengan pertanyaan kritis soal prosedur penertiban, dasar hukum, dan dugaan tebang pilih dalam penegakan aturan. Massa yang sejak awal berkumpul di depan gapura kantor tampak merekam kejadian dengan telepon genggam, menunjukkan rendahnya kepercayaan publik terhadap klarifikasi lisan tanpa dokumen resmi.

Kondisi ini menjadi sorotan tajam. Seorang pejabat penegak perda seharusnya mampu memberikan penjelasan yang transparan, tertulis, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan klarifikasi spontan di tengah jalan yang terkesan defensif dan untuk meredam amarah sesaat. Cara komunikasi seperti ini justru memperlihatkan lemahnya mekanisme dialog antara pemerintah dan warganya sendiri.

Aksi yang berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2026 tersebut akhirnya membubarkan diri setelah Kasatpol PP berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dan melakukan evaluasi internal. Namun publik Kota Langsa kini menanti bukan sekadar janji lisan di tengah kerumunan, melainkan langkah konkret dan kebijakan yang adil, humanis, serta tidak represif dalam setiap penertiban di lapangan. (*)

Berita Terkait

Kota Langsa Bangkit Pasca Bencana, Tim Monev Periksa Langsung Progres di Lapangan
Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Kapolres Langsa Tinjau Bantuan Renovasi Sumur Bor Program Sosial Polri Bersama Ketua Umum Bhayangkari, Perkuat Akses Air Bersih Bagi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Tanggapan Jokowi Soal Ijazah Gibran Diuji: Hormati MK, Tapi Publik Butuh Jawaban Pasti

Rabu, 30 September 2026 - 01:10 WIB

Jerry Massie Kembali Serang Narasi Politik Jokowi, Ungkit Esemka, IKN, Impor, Tiga Periode dan Polemik Ijazah

Jumat, 18 September 2026 - 23:48 WIB

Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Masyarakat Bisa Ajukan Sanggahan bagi Masyarakat yang Terdata di Desil 10

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Sosok Unggul Cibro Jadi Perbincangan Warga, Rendah Hati, Murah Senyum, dan Dekat dengan Masyarakat

Berita Terbaru