Om Sur Desak Mualem dan Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar Ambil Langkah Tegas, Minta Sekda Aceh dan Ketua DPRA Dicopot

ADMIN

- Writer

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:21 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar segera mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas pemerintahan, perdamaian Aceh, serta marwah Partai Aceh di mata rakyat dan nasional.

 

Dalam pernyataannya, Selasa (12/5/2026), Om Sur meminta agar Sekretaris Daerah Aceh dan Ketua DPRA segera dicopot dari jabatannya. Menurutnya, langkah tersebut bukan dilandasi kepentingan pribadi ataupun permusuhan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan pemerintahan Aceh dan keberlangsungan Partai Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ketegasan ini bukan bentuk permusuhan, tetapi demi menjaga kehormatan Mualem dan menyelamatkan marwah Partai Aceh. Jika keberanian itu tidak segera diwujudkan, maka kehancuran Aceh berada di depan mata,” ujar Om Sur.

 

Ia menilai kekecewaan masyarakat terhadap kondisi pemerintahan Aceh saat ini terus meluas. Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini disebut menjadi sinyal kuat bahwa rakyat menginginkan perubahan dan langkah konkret dari para pemimpin daerah.

 

Menurut Om Sur, pergantian terhadap figur yang dianggap menjadi sumber polemik diyakini dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Aceh dan Partai Aceh.

 

Dalam pernyataannya, Om Sur juga menegaskan masih banyak kader Partai Aceh yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian untuk membesarkan partai serta membangun Aceh ke depan. Ia menyebut sejumlah nama seperti Rusyidi Mukhtar alias Ceulangiek, Saiful Bahri, Ayyub Abbas, Abu Heri, hingga Yahdi Hasan sebagai figur yang dinilai mampu memperkuat soliditas Partai Aceh.

 

Rusyidi Mukhtar atau Ceulangiek, kata Om Sur, dikenal sebagai mantan Ketua DPRK Bireuen yang memiliki kontribusi terhadap lahirnya Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim.

 

Sebelum Gubernur Aceh bertolak ke Tanah Suci, Om Sur juga meminta agar segera digelar pertemuan bersama tokoh-tokoh penting di tubuh Partai Aceh guna mencari solusi terbaik bagi kepentingan rakyat dan menjaga stabilitas politik Aceh.

 

Beberapa nama yang disebut perlu duduk satu meja di antaranya Bang Darwis Jeunieb, Malik Mahmud Al Haytar, Ayyub Abbas, Sarjani Abdullah, Mukhlis Basyah, Panglima Joni, serta tokoh senior lainnya.

 

Om Sur mengingatkan agar konflik internal dan persoalan politik tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berpotensi merusak perdamaian Aceh yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar.

 

“Perle ureung beuhe wate nanggroe teungoh prang, perle ureung bijaksana wate nanggroe ka damee. Nyoe ka syahid bak babah rimueng, bek le meusareng bak babah buya,” tuturnya.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan elite politik untuk menjaga persatuan serta bersama-sama membangun Aceh dalam suasana damai, bermartabat, dan penuh kebijaksanaan demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030
6. Dugaan Mark-Up Pengadaan Kitab Otsus Aceh Mencuat, 71 Paket Bernilai Rp50,53 Miliar Jadi Sorotan
BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:49 WIB

3 Pekerja Ditangkap, Alat Berat Kembali Beroperasi, Aktor Besar di Balik Tambang Ilegal Geumpang Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 02:46 WIB

Isu PETI Geumpang Pidie Kembali Memanas di Media Sosial, Warganet Pertanyakan Tambang Ilegal yang Disebut Berulang

Sabtu, 12 September 2026 - 18:16 WIB

Geumpang Terancam Bencana Ekologi akibat Tambang Emas Ilegal, Menteri ESDM hingga Aparat Penegak Hukum Didesak Bertindak

Sabtu, 5 September 2026 - 01:23 WIB

Pungli SIM C di Satpas Polres Pidie Tembus Rp600 Ribu: Tanpa Ujian Teori, Diduga Melibatkan Oknum

Jumat, 4 September 2026 - 01:21 WIB

APW Pertanyakan Efektivitas Penertiban PETI di Pidie: Jangan Hanya Tangkap Pekerja

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri atas Capaian Nilai IKPA Sempurna Tahun Anggaran 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:03 WIB

Hadir untuk Masyarakat, Polres Pidie Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gampong Dayah Beureueh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:07 WIB

RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan Normal di Tengah Kebijakan Pembatasan JKA

Berita Terbaru