Meulaboh : Pasca Bencana alam banjir bandang melanda beberapa Kabupaten/ Kota Se Aceh Listrik di Aceh padam sehingga menyebabkan Usaha UMKM masyarakat, bisnis masyarakat terganggu bahkan mengalami kerugian miliyaran rupiah dan yang paling sayang warga yang tertampak banjir.
“Di beberapa Group WhatsApp dan di media sosial lainnya masyarakat mengungkapkan kekesalannya dan kekecewaannya pada PLN”.
Samsuli Salah satu warga Barsela mengatakan kepada media ini melalui WhatsApp. Karena Mendagri, menteri ESDM sudah menyampaikan ke publik yang bahwa listrik normal pada hari Sabtu tanggal 6 Desember atau pada hari Minggu Tanggal 7 Desember.
Namun Kenyataan nya menurut masyarakat pihak PLN tidak mengindahkan statement menteri di media buktinya listrik masih padam dan tidak ada penjelasan resmi dari pihak PLN kenapa tidak menindaklanjuti sesuai dengan arahan menteri
Ujar Samsuli pada awak media.
Kami nilai PLN tidak cepat tanggap merespon krisis listrik pasca bencana alam. Seharusnya PLN peka terhadap situasi yang di rasakan oleh masyarakat
Saat ini gas Elpiji langka, BBM langka, listrik padam, internet padam, jaringan komunikasi tidak stabil. Paling tidak listrik bisa hidup sehingga ibu ibu di rumah bisa memasak, mencuci untuk kebutuhan rumah tangga. Ucapnya Samsuli.
Kemudian menurut hemat kami, yang paling rasa kecewanya adalah Warga Nagan Raya, Karan lumbung PLN Di Nagan Raya yaitu : PLTU 1-2. PLTU 3-4 dan PLTA Di Beutong. yang jadi pertanyaan kita adalah apa ngak Fungsi PLTA dan PLTU. Tutup Samsuli.
Sedangkan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memastikan sambungan listrik kembali masuk ke daerah-daerah terdampak bencana Sumatera. Prabowo ingin listrik harus sudah menyela di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, paling lambat Minggu (7/12) malam. Kata Presiden.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, menjelaskan perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dan kepala lembaga di kediaman pribadi Presiden, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/12).
“Di Sumatera Barat aliran listrik sudah hampir menyala seluruhnya, sementara di Sumatera Utara masih ada beberapa titik, seperti di Langkat dan Tapanuli, yang listriknya belum menyala. Demikian juga di beberapa wilayah di Aceh. Presiden pun memerintahkan paling lambat besok malam, listrik harus sudah menyala seluruhnya,” kata Teddy menjelaskan perintah Prabowo kepada jajarannya saat rapat terbatas, dilansir Antara (7/12/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga memerintahkan agar jalan darat menuju wilayah-wilayah terdampak banjir bandang dan longsor harus segera pulih.
“Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh akses jalan darat di wilayah terdampak bencana harus segera dipulihkan, jembatan sementara bisa segera jadi, dan listrik harus segera menyala seluruhnya. Selain itu, pasokan BBM harus tersedia cepat, dan kebutuhan logistik harus tercukupi, jangan sampai kurang,” ucap Teddy.
Prabowo secara khusus juga memberikan instruksi untuk pemulihan jalur darat di beberapa daerah yang saat ini masih terputus aksesnya, antara lain di Kota Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Via Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Bener Meriah.
“Jalur ini harus segera tersambung,” kata Prabowo sebagaimana disampaikan kembali oleh Teddy.
Terakhir, Prabowo juga menyatakan dirinya akan meninjau kembali daerah-daerah terdampak bencana, serta selalu memantau situasi lapangan dari waktu ke waktu. ( Red )

























