Jurnalis di Lhokseumawe Diduga Alami Intimidasi dan Perampasan Alat Kerja oleh Oknum TNI

DETIK ACEH

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:05 WIB

50177 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE |  Seorang jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Muhammad Fazil, diduga menjadi korban intimidasi saat menjalankan tugas peliputan di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis, 25 Desember 2025. Insiden itu terjadi ketika Fazil tengah merekam jalannya aksi damai warga yang menuntut penetapan status bencana nasional atas musibah banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam keterangannya kepada rekan jurnalis lainnya, Fazil menjelaskan bahwa saat kejadian, ia tengah mendokumentasikan momen saat salah satu peserta aksi konvoi—yang membawa bendera putih dan simbol lokal Bintang Bulan—terjatuh dan mendapat respons dari aparat TNI yang mendatanginya. Melihat situasi itu, Fazil langsung merekam kejadian dari jarak dekat sebagai bagian dari proses kerja jurnalistiknya.

Namun, menurut penuturan Fazil, salah seorang anggota TNI mendatanginya dan menuntut agar video yang telah direkam segera dihapus. Fazil menolak permintaan tersebut dengan mengungkapkan bahwa video tersebut belum dipublikasikan dan masih menjadi bagian dari tugas jurnalistik di lapangan. Penolakan itu kemudian diikuti dengan tindakan yang lebih agresif dari oknum lainnya, yang berujung pada upaya perampasan telepon genggam milik Fazil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam insiden tersebut, sempat terjadi tarik-menarik yang menyebabkan ponsel yang digunakan untuk liputan jatuh dan mengalami kerusakan fisik. Meski demikian, Fazil menyebutkan bahwa data rekaman masih tersimpan dalam perangkat tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya berada di lokasi sebagai wartawan yang bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers, bukan sebagai pembuat konten media sosial sebagaimana diasumsikan oleh oknum aparat bersangkutan.

Fazil menyatakan bahwa tindakan intimidasi semacam itu merupakan bentuk penghalangan kerja jurnalistik dan pelanggaran terhadap prinsip kebebasan pers yang dijamin dalam sistem hukum nasional. Ia juga menyayangkan sikap represif yang muncul dari individu aparat ketika berhadapan dengan jurnalis di lapangan.

Ia mengaku harus menghabiskan waktu lebih dari tiga puluh menit untuk menjelaskan dan menjalin komunikasi kepada oknum TNI yang bersangkutan soal perannya sebagai jurnalis. Dalam proses tersebut, Fazil menerima bantuan dari salah seorang anggota Polres Aceh Utara yang mengenal dirinya dan membantu menjembatani komunikasi.

Setelah melalui proses mediasi, telepon genggam milik Fazil akhirnya dikembalikan. Dalam penyerahan itu, disepakati bahwa video yang sempat direkam akan dihapus. Fazil menerima permintaan tersebut atas dasar penyelesaian damai, seraya mendengar pernyataan dari oknum TNI yang menjamin tidak akan mencari atau menghubunginya lagi terkait kejadian tersebut.

Kasus ini memperlihatkan kerentanan jurnalis dalam menjalankan profesi di lapangan, terutama saat meliput isu-isu kritikal yang berkaitan dengan aksi warga dan tindakan aparat. Kekerasan terhadap jurnalis, baik fisik maupun non-fisik, telah menjadi perhatian utama organisasi pers, termasuk AJI, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa jurnalis memiliki hak hukum untuk melakukan peliputan di ruang publik tanpa intimidasi, penghalangan, atau ancaman.

Insiden yang dialami oleh Muhammad Fazil menambah daftar kasus serupa yang terjadi terhadap jurnalis di Indonesia, khususnya saat mereka berada di wilayah-wilayah dengan dinamika politik dan keamanan yang kompleks. Komitmen terhadap perlindungan kebebasan pers dan ruang demokrasi menjadi perhatian penting dalam menjaga integritas profesi jurnalis serta keterbukaan informasi publik.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari instansi militer terkait peristiwa ini. Namun, sejumlah pihak mendorong agar ada evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional aparat di lapangan, serta pelatihan tentang pengenalan profesi wartawan dan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*)

Berita Terkait

Emak-emak Desa Terutung Seperai Datangi Inspektorat, Tuntut Transparansi Dana Ketahanan Pangan
Jubir KPA Tegaskan Tak Ada Instruksi Pengibaran Bendera Bulan Bintang, Minta Anggota KPA Tidak Terprovokasi
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Berhasil Meraih Predikat WBK Tahun 2025, Bapas Palangkaraya Berkomitmen Menjaga Integritas
Pulihkan Akses Warga, Polsek Blangkejeren Sinergi dengan TNI dan Masyarakat Bersihkan Jembatan Tertutup Lumpur
Pembukaan Jalan Rerebe Dimulai, Gelondongan Kayu Masih Halangi Proses Pembersihan
Diah Permata Ketua YKLI, Gandeng Lembaga Swasta Untuk Mempermudah Traccing Pelaku Human Trafficing / TPPO yang Melibatkan Negara Asing
Polres Gayo Lues Maksimalkan Penanganan Darurat di Desa Remukut Lewat Distribusi Sembako dan Starlink

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:04 WIB

Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:02 WIB

Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran Banda Aceh : Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh melalui kegiatan sosial bertajuk “Ramadhan Berbagi Keceriaan” yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Suzuya Mall Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan momen kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui program belanja pakaian Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sejumlah anak yatim diajak langsung untuk memilih pakaian yang mereka inginkan untuk dikenakan pada hari raya nanti. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas ketika anak-anak dengan antusias memilih baju baru yang akan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka saat menyambut Idul Fitri. Program sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Serikat Pekerja PT Pegadaian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Ketua DPC Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, M. Raul Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam menumbuhkan budaya kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. “Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim agar mereka juga dapat merasakan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Raul. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan akan terus menjadi program tahunan Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, bahkan diharapkan dapat terus berkembang dengan jangkauan yang lebih luas. “Kegiatan berbagi kebahagiaan seperti ini akan terus kita agendakan setiap tahun. Harapan kami, ke depan skalanya bisa semakin besar sehingga semakin banyak anak-anak yatim yang dapat merasakan manfaat dan kebahagiaan dari kegiatan ini,” tambahnya. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari manajemen Pegadaian. Turut hadir dalam acara tersebut Deputy Area Banda Aceh, Sahputra Andriansyah, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan oleh Serikat Pekerja. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di lingkungan Pegadaian. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh. Ini merupakan contoh nyata bagaimana Pegadaian tidak hanya berfokus pada pelayanan bisnis, tetapi juga hadir memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak manajemen akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Serikat Pekerja maupun karyawan Pegadaian, karena kegiatan tersebut sejalan dengan semangat perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan ini juga dihadiri oleh seluruh anggota Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh yang turut terlibat langsung dalam mendampingi anak-anak yatim selama kegiatan berlangsung. Menariknya, kegiatan sosial ini tidak hanya dilaksanakan di Aceh, tetapi juga menjadi bagian dari program yang dilakukan secara serentak di tingkat DPD Medan, sehingga semangat berbagi kepada masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas di berbagai wilayah. Adapun dana kegiatan berasal dari kas DPP Serikat Pekerja PT Pegadaian serta kontribusi sedekah dari para karyawan dan karyawati PT Pegadaian di wilayah Aceh. Partisipasi para pegawai ini menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian tidak hanya ingin berbagi secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, serta semangat kebersamaan bagi anak-anak yatim yang menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kegiatan sosial yang terus digelar secara berkelanjutan, Pegadaian berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya hadir memberikan layanan keuangan bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semangat berbagi di bulan Ramadhan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.[*]

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:55 WIB

Instruksi Mualem, Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Kabupaten/Kota

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:01 WIB

Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal, Kapolda Perkuat Sinergi Polda Aceh dan KPP Pratama Banda Aceh

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:57 WIB

Buka Puasa di Rumah Dinas Sekda Aceh Berlangsung Hangat, Gubernur Mualem dan Wakapolda Turut Hadir

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:41 WIB

Polda Aceh Gelar Pasar Murah Gerakan Pangan Murah Polri Serentak

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:36 WIB

Wakapolda Aceh Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:30 WIB

THR 41.410 ASN Pemerintah Aceh Mulai Dicairkan, Total Capai Rp205,7 Miliar

Berita Terbaru