Seruan Damai Aceh Diabaikan, Warga Keluhkan Kekerasan dan Intimidasi

DETIK ACEH

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:19 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah pusat kian menguat. Di tengah krisis ekonomi dan sejumlah bencana yang melanda wilayah Aceh, masyarakat menilai tidak ada respons serius dari negara terhadap seruan damai yang mereka sampaikan. Pengibaran bendera putih di berbagai wilayah Aceh sebagai tanda darurat dan permintaan pertolongan disebut justru diabaikan.

“Ketika rakyat mengibarkan bendera putih, suara kami diabaikan. Ketika kami membawa simbol identitas Aceh, justru kami diperlakukan dengan kekerasan,” ujar seorang warga dari Pidie, Kamis (25/12/2025), yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.

Menurut sejumlah warga, bendera putih awalnya dikibarkan sebagai semboyan damai dan sinyal permintaan bantuan karena kondisi ekonomi dan sosial yang kian sulit. Namun kurangnya respons dari pemerintah pusat membuat sebagian masyarakat memilih menyuarakan aspirasi mereka lewat pengibaran simbol Bintang Bulan yang secara budaya melekat dengan identitas Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi di lapangan pun memanas. Beberapa peristiwa dilaporkan berujung pada tindakan keras dari aparat terhadap warga sipil. Dalam beberapa kejadian, masyarakat yang mengibarkan simbol Bintang Bulan disebut mendapatkan intimidasi bahkan perlakuan kasar.

Laporan ini pun menimbulkan kekhawatiran baru di tengah upaya menjaga perdamaian di Aceh. Trauma masa lalu yang lekat dengan konflik Aceh kembali menghantui warga. Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis sipil, hingga akademisi mulai bersuara, menyebut respons negara terhadap ekspresi damai rakyat Aceh semakin bermasalah.

“Kalau simbol damai kami dijawab dengan diam, lalu ekspresi identitas kami dijawab dengan tekanan, bagaimana bisa masyarakat merasa dilindungi?” ungkap tokoh muda dari Lhokseumawe yang meminta identitasnya disamarkan karena alasan keamanan.

Desakan terhadap pemerintah pusat pun semakin kuat. Berbagai kelompok masyarakat meminta agar negara menghentikan pola pendekatan represif dan mulai membuka ruang dialog. Mereka menegaskan bahwa seruan dari Aceh bukan ajakan konflik, melainkan jeritan rakyat yang butuh keberpihakan.

Yang dibutuhkan saat ini, kata warga, adalah perlindungan nyata, bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta pengakuan terhadap hak-hak sipil. Kekerasan disebut hanya akan memperdalam luka lama dan berpotensi membuka kembali memori kelam konflik masa lalu yang menelan puluhan ribu jiwa.

“Yang kami minta bukan senjata, tapi keadilan. Bukan ancaman, tapi perhatian,” kata salah satu pengurus organisasi masyarakat sipil Aceh di Banda Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah pusat. Namun suara-suara dari akar rumput di Aceh terus bergema, meminta agar negara benar-benar hadir dan tidak lagi diam terhadap harapan perdamaian yang disuarakan rakyatnya. (*)

Berita Terkait

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran
Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran Banda Aceh : Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh melalui kegiatan sosial bertajuk “Ramadhan Berbagi Keceriaan” yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Suzuya Mall Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan momen kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui program belanja pakaian Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sejumlah anak yatim diajak langsung untuk memilih pakaian yang mereka inginkan untuk dikenakan pada hari raya nanti. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas ketika anak-anak dengan antusias memilih baju baru yang akan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka saat menyambut Idul Fitri. Program sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Serikat Pekerja PT Pegadaian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Ketua DPC Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, M. Raul Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam menumbuhkan budaya kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. “Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim agar mereka juga dapat merasakan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Raul. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan akan terus menjadi program tahunan Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, bahkan diharapkan dapat terus berkembang dengan jangkauan yang lebih luas. “Kegiatan berbagi kebahagiaan seperti ini akan terus kita agendakan setiap tahun. Harapan kami, ke depan skalanya bisa semakin besar sehingga semakin banyak anak-anak yatim yang dapat merasakan manfaat dan kebahagiaan dari kegiatan ini,” tambahnya. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari manajemen Pegadaian. Turut hadir dalam acara tersebut Deputy Area Banda Aceh, Sahputra Andriansyah, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan oleh Serikat Pekerja. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di lingkungan Pegadaian. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh. Ini merupakan contoh nyata bagaimana Pegadaian tidak hanya berfokus pada pelayanan bisnis, tetapi juga hadir memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak manajemen akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Serikat Pekerja maupun karyawan Pegadaian, karena kegiatan tersebut sejalan dengan semangat perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan ini juga dihadiri oleh seluruh anggota Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh yang turut terlibat langsung dalam mendampingi anak-anak yatim selama kegiatan berlangsung. Menariknya, kegiatan sosial ini tidak hanya dilaksanakan di Aceh, tetapi juga menjadi bagian dari program yang dilakukan secara serentak di tingkat DPD Medan, sehingga semangat berbagi kepada masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas di berbagai wilayah. Adapun dana kegiatan berasal dari kas DPP Serikat Pekerja PT Pegadaian serta kontribusi sedekah dari para karyawan dan karyawati PT Pegadaian di wilayah Aceh. Partisipasi para pegawai ini menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian tidak hanya ingin berbagi secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, serta semangat kebersamaan bagi anak-anak yatim yang menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kegiatan sosial yang terus digelar secara berkelanjutan, Pegadaian berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya hadir memberikan layanan keuangan bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semangat berbagi di bulan Ramadhan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.[*]
Instruksi Mualem, Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Kabupaten/Kota
Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal, Kapolda Perkuat Sinergi Polda Aceh dan KPP Pratama Banda Aceh
Buka Puasa di Rumah Dinas Sekda Aceh Berlangsung Hangat, Gubernur Mualem dan Wakapolda Turut Hadir
Polda Aceh Gelar Pasar Murah Gerakan Pangan Murah Polri Serentak
Wakapolda Aceh Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:05 WIB

Puluhan Siswa MIN 5 Nagan Raya Sambut Luluk Williams Selaku, Ny Principal Director

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:05 WIB

Ketua RAPI Nagan Raya Apresiasi Kinerja Polres Nagan Raya Amankan Perayaan Idul Fitri Secara Humanis dan Profesional

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:10 WIB

Sosok Sederhana di Balik Jabatan: Ramadhan, SE Mulai Langkah Baru untuk Simpang Kiri

Senin, 23 Maret 2026 - 17:34 WIB

Apresiasi Kinerja PT Fajar Baizury & Brothers. Ketua DPP Lembaga RKCA Ajak Warga Nagan Raya Dukung Program CSR

Senin, 23 Maret 2026 - 17:03 WIB

Ternak Warga Mati : Bukan Gara Gara Limbah PT Fajar Baizuri. Ini Penjelasan Humas

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:06 WIB

“Tak Ada Ampun! Dugaan Pungli JADUP Siperkas Menggila, Warga Kepung Oknum dan Siapkan Bukti Hukum”

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Salurkan Bantuan Sapi/Kerbau dari Presiden RI kepada Warga Terdampak Bencana

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K, Bagi Takjil Untuk Warga Penguna Jalan

Berita Terbaru

BANDA ACEH

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:22 WIB