Subulussalam –detikaceh.com Peringatan 21 tahun tragedi gempa dan tsunami Aceh, 26 Desember 2004, menjadi momentum refleksi mendalam bagi masyarakat Aceh. Di tengah suasana khidmat tersebut, sosok Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K. tampil sebagai figur pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga menghadirkan empati dan doa bagi para korban bencana maha dahsyat itu.
Melalui pesan peringatan yang disampaikan bersama jajaran Polres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah kelam yang pernah melanda Aceh. Tragedi tsunami bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pengingat akan pentingnya persatuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian sosial.
“Seiring kenangan limpahan doa senantiasa mengalir kepada para korban bencana maha dahsyat yang menimpa Aceh. Semoga saudara-saudara kita yang telah tiada mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.
Sebagai pimpinan Polres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta kemanusiaan. Dalam momen peringatan tsunami ini, ia menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana.
Peringatan 21 tahun tsunami Aceh ini menjadi ajakan bersama untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan AKBP Muhammad Yusuf, Polres Subulussalam berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan hati, menjaga keamanan, dan merawat ingatan kolektif agar tragedi serupa tidak pernah terulang tanpa kesiapsiagaan.
Redaksi:Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara provinsi aceh

























