Delapan Kampung di Gayo Lues Diusulkan Jadi Wilayah Pertambangan Rakyat

DETIK ACEH

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 03:33 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengusulkan delapan kampung yang tersebar di lima kecamatan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Usulan tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat bernomor 530/764/2025 tertanggal 1 September 2025 kepada Gubernur Aceh, dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ketua DPRA, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Pengajuan ini dilengkapi dengan peta wilayah serta titik koordinat lokasi yang diajukan sebagai WPR. Prosesnya pun melibatkan kajian dan pembahasan bersama para pihak terkait seperti DPRK Gayo Lues, dinas teknis, para camat, hingga para pengulu kampung yang bersangkutan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat penambang tradisional agar dapat beraktivitas secara legal dan teratur.

Adapun wilayah yang diusulkan meliputi Kampung Blang Temung di Kecamatan Dabun Gelang, Kampung Kenyaran dan Suri Musara di Kecamatan Pantan Cuaca, Kampung Pasir Putih dan Pining di Kecamatan Pining, Kampung Tongra dan Melelang Jaya di Kecamatan Terangun, serta Kampung Perlak di Kecamatan Tripe Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Gayo Lues, Ridwansyah, ST, saat dikonfirmasi pada 1 Oktober 2025 menjelaskan bahwa pengajuan ini ditujukan agar aktivitas penambangan masyarakat dapat dilakukan di bawah pengawasan resmi pemerintah dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Dengan adanya WPR, aktivitas masyarakat dapat diatur dengan baik serta memudahkan pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. Kita ingin tambang rakyat menjadi lebih tertib dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ridwansyah.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Taufik, ST, M.Si, pada 1 Oktober 2025 menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil Pemerintah Gayo Lues. Ia menyebut bahwa Pemerintah Aceh saat ini tengah mempersiapkan regulasi pendukung untuk merealisasikan penetapan WPR di daerah-daerah yang mengajukan.

“Insya Allah dalam satu minggu ke depan, Pemerintah Aceh akan mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang tambang rakyat sebagai dasar hukum pelaksanaannya. Ini penting agar kegiatan pertambangan rakyat berjalan secara legal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ridwansyah juga menambahkan pada Jumat, 10 Oktober 2025, bahwa Peraturan Gubernur yang akan dikeluarkan nantinya diharapkan menjadi jalan tengah bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tambang. Menurutnya, regulasi akan menjadi penguat dalam menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Kita ingin pertambangan rakyat benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Prinsipnya legal, aman, dan sesuai aturan,” ungkapnya.

Usulan penetapan WPR ini menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap dukungan dari seluruh pihak untuk mempercepat realisasi kebijakan ini, agar masyarakat penambang bisa bekerja lebih tenang, produktif, dan dalam koridor hukum yang jelas. (HAM)

Berita Terkait

Rabusin Tekankan Kepastian Hak dalam Sengketa Agraria di Tengah Proses Hukum di Pengadilan Negeri Blangkejeren
Kebersamaan di Bulan Suci, Polres Gayo Lues dan Media Bahas Isu Sosial dalam Buka Puasa Bersama
​Nekat! Meski Ramadhan, Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Operasi Pekat Resmob Polres Gayo Lues
Warga Temukan Mayat di Pajak Pagi, Polisi Lakukan Identifikasi
Peduli Lingkungan, Brimob Polda Aceh Fokuskan Aksi Nyata di Fasilitas Umum di Kutapanjang
Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penyerahan Penghargaan kepada Personel Berdedikasi dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi
Kapolres Gayo Lues Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Personel Korban Banjir Bandang
Polres Gayo Lues Bersama Kejari, Pengadilan Negeri, Dinkes dan BNNK Musnahkan 186 KG Narkotika Ganja

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:04 WIB

Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:02 WIB

Serikat Pekerja PT Pegadaian Aceh Hadirkan Senyum Bersama Anak Yatim Borong Baju Lebaran Banda Aceh : Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh melalui kegiatan sosial bertajuk “Ramadhan Berbagi Keceriaan” yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Suzuya Mall Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan momen kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui program belanja pakaian Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sejumlah anak yatim diajak langsung untuk memilih pakaian yang mereka inginkan untuk dikenakan pada hari raya nanti. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas ketika anak-anak dengan antusias memilih baju baru yang akan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka saat menyambut Idul Fitri. Program sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Serikat Pekerja PT Pegadaian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Ketua DPC Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, M. Raul Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam menumbuhkan budaya kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. “Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim agar mereka juga dapat merasakan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Raul. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan akan terus menjadi program tahunan Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh, bahkan diharapkan dapat terus berkembang dengan jangkauan yang lebih luas. “Kegiatan berbagi kebahagiaan seperti ini akan terus kita agendakan setiap tahun. Harapan kami, ke depan skalanya bisa semakin besar sehingga semakin banyak anak-anak yatim yang dapat merasakan manfaat dan kebahagiaan dari kegiatan ini,” tambahnya. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari manajemen Pegadaian. Turut hadir dalam acara tersebut Deputy Area Banda Aceh, Sahputra Andriansyah, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan oleh Serikat Pekerja. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di lingkungan Pegadaian. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh. Ini merupakan contoh nyata bagaimana Pegadaian tidak hanya berfokus pada pelayanan bisnis, tetapi juga hadir memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak manajemen akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Serikat Pekerja maupun karyawan Pegadaian, karena kegiatan tersebut sejalan dengan semangat perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Kegiatan Ramadhan Berbagi Keceriaan ini juga dihadiri oleh seluruh anggota Serikat Pekerja PT Pegadaian Area Aceh yang turut terlibat langsung dalam mendampingi anak-anak yatim selama kegiatan berlangsung. Menariknya, kegiatan sosial ini tidak hanya dilaksanakan di Aceh, tetapi juga menjadi bagian dari program yang dilakukan secara serentak di tingkat DPD Medan, sehingga semangat berbagi kepada masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas di berbagai wilayah. Adapun dana kegiatan berasal dari kas DPP Serikat Pekerja PT Pegadaian serta kontribusi sedekah dari para karyawan dan karyawati PT Pegadaian di wilayah Aceh. Partisipasi para pegawai ini menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Pegadaian. Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian tidak hanya ingin berbagi secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, serta semangat kebersamaan bagi anak-anak yatim yang menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kegiatan sosial yang terus digelar secara berkelanjutan, Pegadaian berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya hadir memberikan layanan keuangan bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semangat berbagi di bulan Ramadhan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.[*]

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:55 WIB

Instruksi Mualem, Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Kabupaten/Kota

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:01 WIB

Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal, Kapolda Perkuat Sinergi Polda Aceh dan KPP Pratama Banda Aceh

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:57 WIB

Buka Puasa di Rumah Dinas Sekda Aceh Berlangsung Hangat, Gubernur Mualem dan Wakapolda Turut Hadir

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:41 WIB

Polda Aceh Gelar Pasar Murah Gerakan Pangan Murah Polri Serentak

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:36 WIB

Wakapolda Aceh Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:30 WIB

THR 41.410 ASN Pemerintah Aceh Mulai Dicairkan, Total Capai Rp205,7 Miliar

Berita Terbaru