Haji Uma Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh

DETIK ACEH

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:16 WIB

50375 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA –  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, mendesak Pemerintah Pusat segera menetapkan status Bencana Nasional guna merespons situasi darurat yang melanda Aceh pascabencana banjir dan longsor. Bencana yang terjadi secara meluas di berbagai wilayah ini telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, rumah warga, fasilitas umum, serta menelan korban jiwa.

Menurut Haji Uma, skala bencana yang menimpa Aceh tidak lagi bisa ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan uluran tangan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan nasional, bahkan dunia internasional. Penetapan status Bencana Nasional menjadi langkah penting untuk membuka akses bantuan yang lebih luas dan terkoordinasi.

“Status Bencana Nasional itu wajib. Mari kita tinggalkan rasa egoisme pemerintah, karena yang menderita adalah rakyat,” ungkap Haji Uma kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menekankan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan hingga tahap pemulihan pasca banjir. Artinya, respons terhadap bencana ini tidak cukup hanya dengan pengiriman logistik dan evakuasi, tetapi juga menyangkut tahap rehabilitasi, relokasi, hingga penyediaan hunian sementara dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Haji Uma juga menyoroti pentingnya membuka akses bantuan dari luar negeri. Ia mendorong pemerintah untuk memberi kelonggaran terhadap prosedur administrasi bantuan kemanusiaan internasional, khususnya yang berkaitan dengan regulasi Bea dan Cukai.

Menurutnya, perlakuan khusus diperlukan agar bantuan dari berbagai negara dan lembaga internasional dapat segera diterima dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, tanpa terkendala bea masuk dan pajak.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, kecepatan itu sangat penting. Kita tidak boleh terhalang oleh proses administrasi yang panjang untuk bantuan kemanusiaan,” tambahnya.

Haji Uma juga berharap agar kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Aceh nantinya dibarengi dengan keputusan konkret dan cepat. Ia menyebut bahwa kunjungan kepala negara tidak boleh hanya bersifat seremonial, namun harus dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak warga serta memastikan percepatan langkah penanganan bencana di lapangan.

Terkait kondisi pengungsi, Haji Uma menyoroti pentingnya waktu pemulihan yang efisien. Ia meminta agar pemerintah tidak membiarkan warga tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian, apalagi memasuki bulan suci Ramadan.

Ia menilai, hunian sementara yang layak dan berkualitas harus segera disediakan agar para korban bisa menjalani ibadah puasa dalam suasana yang aman, damai, dan bermartabat.

“Sehingga para korban dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan bermartabat,” ujar senator asal Aceh tersebut.

Haji Uma menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa penanganan banjir di Aceh tidak boleh berhenti hanya pada fase darurat. Pemerintah dituntut menjadikan pemulihan dan pembangunan kembali sebagai agenda prioritas agar masyarakat benar-benar bisa bangkit dari dampak bencana secara menyeluruh.

“Pemulihan pasca bencana harus menjadi perhatian utama, agar tidak muncul krisis baru setelah air surut. Pemerintah harus hadir penuh di tengah rakyat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Sosok Sederhana di Balik Jabatan: Ramadhan, SE Mulai Langkah Baru untuk Simpang Kiri
Wilson Lalengke: Take Down Berita adalah Kejahatan Jurnalistik
“Tak Ada Ampun! Dugaan Pungli JADUP Siperkas Menggila, Warga Kepung Oknum dan Siapkan Bukti Hukum”
“Vonis dari Skenario Busuk: Aktivis Dijebak, Keadilan Diperkosa di Ruang Sidang”
Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal
Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima hingga Menko PMK Patroli Naik Heli
Pernyataan Pedas Mahmud Padang Viral: Serukan Perlawanan terhadap Budaya Penjilat dan Praktik Nepotisme
Hukum Jangan Jadi Alat Fitnah! Netap Ginting Tantang Pembuktian di Pengadilan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:05 WIB

Puluhan Siswa MIN 5 Nagan Raya Sambut Luluk Williams Selaku, Ny Principal Director

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:05 WIB

Ketua RAPI Nagan Raya Apresiasi Kinerja Polres Nagan Raya Amankan Perayaan Idul Fitri Secara Humanis dan Profesional

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:10 WIB

Sosok Sederhana di Balik Jabatan: Ramadhan, SE Mulai Langkah Baru untuk Simpang Kiri

Senin, 23 Maret 2026 - 17:34 WIB

Apresiasi Kinerja PT Fajar Baizury & Brothers. Ketua DPP Lembaga RKCA Ajak Warga Nagan Raya Dukung Program CSR

Senin, 23 Maret 2026 - 17:03 WIB

Ternak Warga Mati : Bukan Gara Gara Limbah PT Fajar Baizuri. Ini Penjelasan Humas

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:06 WIB

“Tak Ada Ampun! Dugaan Pungli JADUP Siperkas Menggila, Warga Kepung Oknum dan Siapkan Bukti Hukum”

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Salurkan Bantuan Sapi/Kerbau dari Presiden RI kepada Warga Terdampak Bencana

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:20 WIB

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K, Bagi Takjil Untuk Warga Penguna Jalan

Berita Terbaru

BANDA ACEH

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:22 WIB