Kutacane — Kondisi sejumlah ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Tenggara, Desa Lawe Sigala Barat, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, membutuhkan perhatian serius. Kerusakan terlihat pada bagian atap dan plafon yang mulai mengalami kerusakan, sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Kondisi tersebut terlihat langsung saat Media media ini melakukan kunjungan ke MTsN 2 Aceh Tenggara pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dari hasil peninjauan, tampak sejumlah bagian atap mengalami kebocoran dan beberapa bagian plafon juga membutuhkan perbaikan.

Kebocoran menjadi persoalan tersendiri ketika hujan turun. Air dapat masuk ke dalam ruang kelas melalui bagian atap yang rusak sehingga berpotensi mengganggu kegiatan belajar siswa dan aktivitas guru.
Pihak madrasah sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Namun, keterbatasan dana membuat seluruh kerusakan belum dapat ditangani secara menyeluruh.

Kepala MTsN 2 Aceh Tenggara, Bustami, S.Pd., mengatakan sebagian seng yang mengalami kerusakan telah diganti oleh pihak madrasah. Namun, perbaikan secara keseluruhan masih terkendala keterbatasan anggaran operasional.
“Ada yang kami ganti sengnya, tetapi tidak semua bisa diperbaiki karena dana BOS kami tidak cukup untuk memperbaiki semuanya,” ungkap Bustami.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan melalui program rehabilitasi atau renovasi dengan dukungan anggaran yang lebih besar. Karena itu, pihak madrasah berharap pemerintah pusat maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di MTsN 2 Aceh Tenggara.
“Kami berharap pemerintah pusat atau instansi terkait dapat membantu memperbaiki atau merenovasi ruang kelas di MTsN 2 Aceh Tenggara. Dengan adanya bantuan tersebut, kami tentu sangat terbantu dan anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” harapnya.
Bustami menegaskan, usulan tersebut bukan semata-mata untuk memperbaiki bangunan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Pihak madrasah berharap kondisi bangunan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program rehabilitasi atau renovasi madrasah, tentunya berdasarkan hasil peninjauan dan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah, kerusakan sejumlah fasilitas di MTsN 2 Aceh Tenggara diharapkan dapat ditangani secara bertahap. Sehingga, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan para siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan fasilitas yang lebih layak.
Laporan : Edi Sahputra



































