BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh

Detik Aceh

- Writer

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:40 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu yang secara sengaja menggerakkan massa dalam kerusuhan yang terjadi pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. Temuan tersebut diungkapkan Kepala BIN Daerah Aceh, Brigjen TNI Andrie Patriko Mulia, dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Kantor Gubernur Aceh pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menuturkan bahwa dugaan adanya aktor di balik aksi kerusuhan menjadi salah satu poin utama yang dibahas dalam rapat tersebut. Rapat dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, usai mendapatkan arahan dari Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, serta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

BIN Daerah Aceh, kata Nurlis, mengidentifikasi sejumlah indikasi bahwa kerusuhan yang terjadi tidak sepenuhnya spontan, melainkan ada pihak yang diduga telah “mendrive” atau menggerakkan massa menuju terjadinya aksi tersebut. “Ada sesuatu yang lain dalam kerusuhan ini. Ada yang mendrive kejadian ini. Siapa manusia ini?,” ujar Nurlis, mengutip pernyataan Kepala BIN Daerah Aceh saat rapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menemukan dugaan adanya aktor intelektual di balik kerusuhan, BIN juga mendapatkan indikasi keterlibatan anak-anak di bawah umur yang digerakkan selama peristiwa berlangsung. Hal ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kelompok rentan dalam situasi konflik.

Lebih jauh, BIN juga mengidentifikasi munculnya kelompok-kelompok berbeda yang berkumpul di sekitar Masjid Raya Baiturrahman ketika kericuhan terjadi. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa kerusuhan saat peringatan Hari Damai Aceh kali ini melibatkan sejumlah aktor dengan agenda tertentu.

Rapat Forkopimda Aceh sendiri digelar untuk mencari akar persoalan dan merumuskan langkah-langkah solusi atas peristiwa kerusuhan yang sempat mencemaskan masyarakat Aceh. Pemerintah terus menggali informasi untuk mengungkap peran dan motif di balik kejadian tersebut, serta berupaya untuk memastikan agar insiden serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:18 WIB

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 00:17 WIB

Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda

Selasa, 22 September 2026 - 00:43 WIB

Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 23:51 WIB

Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Kamis, 10 September 2026 - 22:45 WIB

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:08 WIB

6. Dugaan Mark-Up Pengadaan Kitab Otsus Aceh Mencuat, 71 Paket Bernilai Rp50,53 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terbaru