Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Detik Aceh

- Writer

Sabtu, 12 September 2026 - 23:51 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pergantian Inspektur Aceh dari Abdullah kepada Kausar Hanum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) menuai sorotan tajam masyarakat. Penonaktifan Abdullah dari jabatan strategis tersebut menimbulkan sejumlah tanya, terutama di tengah proses pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara yang sedang berlangsung terhadap dirinya.

Pengisian jabatan Plt Inspektur oleh Kausar Hanum pun menjadi perbincangan luas. Hal ini disebabkan Kausar Hanum sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Aceh dan disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Gamal Abdul Nasir. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi dan potensi benturan kepentingan dalam pengelolaan pemerintahan provinsi.

Biro Umum Setda Aceh yang dipimpin Gamal Abdul Nasir tercatat mengelola anggaran besar, yakni sekitar Rp208,59 miliar untuk tahun 2026. Ruang lingkup tugas Biro ini pun strategis, mencakup pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, hingga urusan rumah tangga dan kendaraan pejabat. Dengan besarnya nilai anggaran dan luasnya wewenang, posisi Kepala Biro Umum memegang pengaruh administratif signifikan di lingkup Sekretariat Daerah Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi ini, muncul urgensi agar Pemerintah Aceh secara terbuka menjelaskan latar belakang pembebastugasan Abdullah, dasar penunjukan Kausar Hanum, serta langkah yang diambil untuk mencegah dan mengantisipasi konflik kepentingan antara pejabat pengelola anggaran dengan pejabat pengawas. Penegasan ini penting mengingat Inspektorat memainkan peran sentral dalam fungsi pengawasan internal serta menjaga akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan.

Meski hubungan keluarga tidak serta-merta menjadi bukti praktik kolusi atau nepotisme, proses penempatan pejabat publik harus tetap berpijak pada merit system, transparansi, dan pertimbangan objektif. Pemerintah Aceh diminta dapat memberikan penjelasan berdasarkan dokumen dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar membantah rumor atau dugaan.

Pertanyaan yang mengemuka kini adalah apakah langkah pembebastugasan Abdullah beserta penunjukan Kausar Hanum memang murni keputusan administratif sesuai mekanisme berlaku, atau terdapat pertimbangan-pertimbangan lain yang perlu diklarifikasi. Selain itu, publik juga menanti respons Pemerintah Aceh terkait potensi persepsi publik mengenai adanya jejaring kekuasaan melalui hubungan keluarga di jajaran birokrasi.

Kepercayaan masyarakat terhadap independensi sistem pengawasan Pemerintah Aceh kini dipertaruhkan. Jawaban tegas dan terbuka dari pemerintah sangat diperlukan, agar integritas tata kelola keuangan dan kebijakan publik dapat terjaga. Pemerintah juga diharapkan segera melakukan telaah conflict of interest secara komprehensif agar setiap penunjukan pejabat benar-benar sesuai kebutuhan dan kompetensi organisasi, bukan berdasar jejaring personal atau kedekatan keluarga. (*)

Berita Terkait

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Aminullah Is Back, Sosok “Bapak UMKM” Kembali Menguat di Panggung Banda Aceh Menuju 2030
6. Dugaan Mark-Up Pengadaan Kitab Otsus Aceh Mencuat, 71 Paket Bernilai Rp50,53 Miliar Jadi Sorotan
BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:28 WIB

Brimob Polda Aceh Gelar Bhakti Sosial di Masjid Ar-Rahman dalam Rangka Menyambut HUT Pasukan Pelopor ke-67

Jumat, 11 September 2026 - 15:54 WIB

Ardian Bongkar Dugaan “Permainan Kotor” Leasing dan Pemilik Mobil di Gayo Lues, STNK Masih di Tangan Penggadai

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Penyedia Jasa Mengeluh, Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:10 WIB

Dana Desa Kutereje Disorot: Balai Desa Dianggarkan Berulang, Program Covid-19 2025 dan Drainase Rp 126 Juta Dipertanyakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

Berita Terbaru