Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Syahbudin Padang: Ini Ancaman Kebebasan Pers Dunia

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:51 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh—detikaceh.com Melalui press rilis resminya, Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Syahbudin Padang, mengutuk keras tindakan militer Israel yang menangkap empat jurnalis dan satu aktivis kemanusiaan asal Indonesia saat menjalankan misi kemanusiaan internasional.

Menurut Syahbudin Padang, tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers, hak asasi manusia, serta mencederai prinsip-prinsip hukum internasional yang selama ini melindungi para jurnalis di wilayah konflik.

“Penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Jurnalis memiliki hak untuk menyampaikan informasi kepada publik tanpa intimidasi maupun ancaman,” tegas Syahbudin Padang melalui press rilisnya, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, tindakan Israel tersebut tidak hanya melukai insan pers Indonesia, tetapi juga menjadi ancaman terhadap kebebasan informasi dunia internasional.

Melalui press rilis tersebut, Syahbudin Padang juga mendesak Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri agar segera mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi guna memastikan keselamatan dan pembebasan para jurnalis serta aktivis kemanusiaan tersebut.

“Kami meminta pemerintah bergerak cepat, melakukan upaya diplomatik internasional, dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia yang ditahan,” ujarnya.

Selain itu, ia turut mendorong seluruh organisasi pers, lembaga kemanusiaan, dan komunitas internasional agar bersatu memberikan dukungan moral maupun advokasi hukum demi membebaskan para jurnalis Indonesia.

Kasus ini mencuat setelah armada kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga sipil disebut dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Dalam insiden tersebut, sekitar seratus aktivis dilaporkan diamankan, termasuk sejumlah jurnalis asal Indonesia.

Peristiwa itu kini menjadi perhatian dunia internasional dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi pers serta sejumlah tokoh di Indonesia.[]

Berita Terkait

Polemik Perusahaan Tambang di Samadua Memanas, Ketua DPRK Aceh Selatan Dinilai Tak Konsisten
Sorot Rekomendasi DPRK Soal Perusahaan Tambang Samadua, GerPALA : “Tak Ada Power, Nggak Jelas Poin”
Penuh Keceriaan, SDN Babah Krung Tutup Rangkaian Lomba HUT ke-81 RI dengan Pembagian Hadiah
Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu
Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan
Polres Bireuen Tebar Berkah di Kota Juang, Warga Membutuhkan Mendapat Paket Sembako
Polemik Lahan Singgersing: Warga Minta Musyawarah, Jangan Sampai Konflik Meledak di Tengah Masyarakat
Kampanye Akbar Sudomo Cibro Nomor Urut 1 Dibanjiri Masyarakat Desa Lae Mbersih, Serukan Pilkades Damai dan Bersatu

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:08 WIB

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Terdata Desil 8, Balita Korban Kecelakaan di Bireuen Sulit Berobat, Bupati Turun Tangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Berita Terbaru