Safrizal ZA Dorong Enam Kota Indonesia Jadi Penggerak Smart City ASEAN

Detik Aceh

- Writer

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat pembangunan kota cerdas di kawasan Asia Tenggara. Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin delegasi Indonesia pada The 9th ASEAN Smart Cities Network Annual Meeting yang berlangsung pada 20 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Safrizal hadir sebagai National Representative sekaligus Shepherd ASEAN Smart Cities Network. Ia mengoordinasikan pelaksanaan ASEAN Smart Cities Framework dan Smart City Action Plans pada enam daerah Indonesia yang tergabung dalam ASCN, yaitu DKI Jakarta, Kabupaten Banyuwangi, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar.

Sebanyak 18 program kota cerdas kini dijalankan dengan fokus pada digitalisasi layanan publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, layanan kesehatan berbasis teknologi, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Safrizal menegaskan bahwa seluruh program tersebut harus memberikan manfaat nyata dan langsung bagi kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia juga memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai anggota baru ASCN. Safrizal menilai bergabungnya dua kota tersebut akan membuka peluang lebih luas dalam membangun kemitraan internasional, mengakses inovasi, serta mempercepat pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Indonesia turut mendorong pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui Gerakan Indonesia ASRI dan percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi regional untuk mewujudkan kota yang lebih bersih, tangguh, rendah emisi, dan mampu mengubah sampah menjadi sumber energi.

Safrizal menegaskan bahwa smart city tidak hanya berbicara tentang teknologi digital, tetapi juga menyangkut penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Kemendagri, katanya, akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam menjalankan rencana aksi kota cerdas serta memperluas kontribusi kota-kota Indonesia dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan di tingkat ASEAN.

Berita Terkait

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu
Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan
Masyarakat Bisa Ajukan Sanggahan bagi Masyarakat yang Terdata di Desil 10
Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar
Sosok Unggul Cibro Jadi Perbincangan Warga, Rendah Hati, Murah Senyum, dan Dekat dengan Masyarakat
Sudomo Cibro Nomor Urut 1, Sosok Muda yang Siap Membawa Perubahan untuk Desa Lae Bersih
Sosok Parman Jadi Perbincangan Warga, Usung Semangat Amanah dan Transparansi untuk Kampong Tualang
Kajari Subulussalam Pendampingan Hukum Dana Desa untuk Cegah Penyimpangan dan Wujudkan Tata Kelola yang Akuntabel

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Polemik Perusahaan Tambang di Samadua Memanas, Ketua DPRK Aceh Selatan Dinilai Tak Konsisten

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Mahasiswa UTU Tegas Menolak Rencana Tambang di Kecamatan Samadua demi Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Masa Depan Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:46 WIB

Demi Kemaslahatan Rakyat dan Realisasi Visi-Misi, Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan WPR

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34 WIB

Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Resmi Terima SK dari Pemkab Aceh Selatan, Siap Bangkit dan Perkuat Peran Mahasiswa

Berita Terbaru