Diana Putri Amelia, Legislator Muda yang Menempa Ketangguhan dari Arena Menembak hingga Perjuangan untuk Petani Gayo

ADMIN

- Writer

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:49 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Suara letusan peluru memecah kesunyian di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, 10 Juni 2026. Di tengah deretan personel yang bersiap menjalani latihan, tampak sosok perempuan muda dengan senyum hangat dan pembawaan penuh percaya diri.

 

Dialah Diana Putri Amelia, anggota DPRA termuda dari Daerah Pemilihan Bener Meriah–Aceh Tengah (Takengon). Mengenakan perlengkapan latihan, Diana terlihat menyapa satu per satu pelatih dan personel Brimob yang hadir. Keramahan dan semangatnya seolah mencairkan suasana. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Dua Doktor muda sahabatnya, Dr. Juliana,MM,M.Pd dan Dr. Suryati,MH,M.Pd

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

serta mendapat arahan langsung dari Danki Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ustad Iptu Musmulyadi, S.E., M.Si.

 

Bagi banyak orang, olahraga menembak mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau sekadar hobi. Namun, bagi Diana, setiap bidikan mengandung pelajaran tentang fokus, ketenangan, kedisiplinan, serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

 

Nilai-nilai itulah yang menurutnya juga diperlukan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

 

Di tengah kesibukannya sebagai legislator, perempuan muda yang dikenal dengan slogan “Melayani Tanpa Pamrih” itu meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya ditempa melalui ruang sidang dan rapat-rapat dewan, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan ketangguhan diri.

 

Ada filosofi yang selalu diingatnya dari etika penggunaan senjata api, yakni selalu menganggap senjata dalam keadaan terisi. Bagi Diana, prinsip tersebut mengajarkan arti tanggung jawab, kehati-hatian, dan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

 

Filosofi itu pula yang menjadi pegangan dalam perjalanan pengabdiannya di DPRA. Setiap keputusan, menurutnya, harus diambil dengan penuh pertimbangan karena menyangkut kepentingan masyarakat yang telah memberikan amanah.

 

Karena itu, Diana dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Dari persoalan pembangunan, pendidikan, hingga kebutuhan para petani kopi di dataran tinggi Gayo yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.

 

Baginya, kopi Gayo bukan hanya komoditas unggulan yang dikenal dunia, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat yang harus terus dijaga. Kesejahteraan para petani menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan martabat masyarakat Gayo.

 

Melalui komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, Diana terus mendorong hadirnya solusi nyata, termasuk penguatan infrastruktur pertanian dan memastikan suara masyarakat kecil tetap mendapat tempat dalam ruang-ruang kebijakan.

 

Semangat perjuangannya banyak terinspirasi dari para srikandi Aceh yang namanya tercatat dalam sejarah. Sosok Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang, Pocut Baren, hingga Pocut Meurah Intan menjadi sumber inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.

 

Sebagai kader muda Partai Golkar, Diana hadir membawa semangat baru di parlemen Aceh. Meski menjadi anggota termuda di antara 81 legislator DPRA, ia membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk mengabdi.

 

Kedekatannya dengan masyarakat, kebiasaannya turun langsung ke lapangan, serta konsistensinya memegang prinsip disiplin, kepedulian, dan keberanian membuat Diana dinilai sebagai salah satu figur perempuan muda yang memiliki semangat besar dalam membangun Aceh.

 

Sebab, bagi Diana Putri Amelia, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir di gedung parlemen. Ia harus hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menjadi bagian dari solusi.

 

Dan mungkin, dari arena latihan menembak di markas Brimob Polda Aceh itu, tersimpan pesan sederhana tentang kepemimpinan: bahwa ketangguhan mental, fokus berpikir, dan kedisiplinan adalah bekal penting untuk menjaga amanah rakyat dan terus berjuang menghadirkan manfaat nyata bagi Aceh, khususnya masyarakat dataran tinggi Gayo.

Berita Terkait

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Kejari Aceh Timur Tangkap Buronan Korupsi Aset PT KAI Rp6,5 Miliar, Publik Tagih Transparansi

Rabu, 30 September 2026 - 19:47 WIB

Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Minggu, 20 September 2026 - 19:43 WIB

Sudah Diresmikan, Saluran Proyek Rp7,25 Miliar di Aceh Timur Malah Retak: Ada Apa?

Jumat, 18 September 2026 - 23:42 WIB

Pohon Lapuk Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Kecam Sikap Acuh Plt Kadis BPBD Aceh Timur

Selasa, 1 September 2026 - 21:01 WIB

JANGAN BERMIMPI!” 10 Bulan Pascabanjir, Jalan Idi Tunong–Banda Alam Belum Juga Diperbaiki

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Aceh Apresiasi Kepedulian Sosial Medco kepada Masyarakat Aceh Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:31 WIB

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Berita Terbaru