Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:53 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Peringatan 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diwarnai kericuhan di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Acara yang semula direncanakan sebagai momen refleksi damai dan doa bersama di pelataran Masjid Raya Baiturrahman berubah menjadi kekacauan massal setelah massa aksi mengibarkan bendera Bulan Bintang secara masif di berbagai sudut areal kegiatan.

Kericuhan bermula saat ribuan peserta dari berbagai daerah di Aceh memadati pusat kota sejak pagi hari, membawa serta atribut-atribut identitas Aceh yang belum memperoleh kejelasan legal dari pemerintah pusat. Situasi memanas ketika aparat gabungan TNI-Polri berupaya melakukan penertiban terhadap bendera-bendera tersebut, memicu aksi saling dorong bahkan upaya pengejaran terhadap petugas yang jumlahnya kalah banyak. Beberapa jam suasana Banda Aceh sempat mencekam, terutama di seputar area masjid yang menjadi titik awal rangkaian aksi.

Screenshot

Selepas zikir dan doa bersama, massa tidak beranjak usai acara melainkan bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh dalam gerakan long march. Di lokasi tersebut, konsentrasi massa semakin sulit dikendalikan. Gerbang pendopo berhasil ditembus, massa merangsek ke halaman dalam dan secara paksa menurunkan bendera Merah Putih di tiang utama. Aksi itu diikuti dengan pengibaran bendera Bulan Bintang berukuran besar di tengah sorakan para demonstran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi makin memanas ketika sejumlah orang memanjat serambi utama pendopo dan mencopot paksa lambang negara burung Garuda dari dinding. Aksi itu disusul tindakan destruktif dengan melempar dan merusak lambang negara tersebut. Sejumlah fasilitas taman dan area luar ruangan pendopo ikut menjadi sasaran perusakan sepanjang berlangsungnya kericuhan. Aparat akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang bertambah anarkis.

Ketegangan baru mereda menjelang sore, setelah personel pengamanan tambahan dikerahkan untuk menutup akses menuju kompleks pemerintahan. Menanggapi insiden ini, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras tindakan anarkistis tersebut. Ia menegaskan bahwa pengrusakan lambang negara di momen perdamaian sangat bertolak belakang dengan semangat Hari Damai Aceh, serta berpotensi merusak iklim investasi dan pembangunan ekonomi daerah. Fadhlullah menghimbau seluruh masyarakat Aceh agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memicu konflik baru, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh. (*)

Berita Terkait

Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan
Transparansi Bukan Sekedar Angka di Atas Kertas, Tapi Fakta Nyata di Lapangan yang Diakui Masyarakat
Bupati Abdya Dinilai Panik dan Lempar Bola, Mahasiswa: Sibuk Urus DPRA Tapi Kinerja Sendiri Bobrok!
Sekolah Rakyat Hadir di Aceh, Wujud Nyata Dukungan Mualem–Dek Fadh untuk Pendidikan Anak

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polsek Kuala Pesisir Perkuat Silaturahmi Lewat Bakti Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, SDN Babah Krung Gelar Beragam Perlombaan Antar Kelas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:46 WIB

Ali Sadikin Apresiasi Suksesnya Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV 2026, Harap Lahir Kader Pertanian Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:18 WIB

TMI Nagan Raya Dukung Penuh Diklat Angkatan IV, Ali Sadikin: Cetak Kader Tangguh untuk Kemajuan Pertanian

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:37 WIB

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Cinta NKRI, Brimob Batalyon C Pelopor Latih 230 Santri Dayah Nurul Ikhwah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:15 WIB

Gotong Royong Brimob dan Warga Bangun Akses Harapan di Desa Sikundo Aceh Barat

Berita Terbaru