SUBULUSSALAM —detikaceh.com Semangat merawat perdamaian Aceh tidak hanya dikenang melalui sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata. Memperingati Hari Damai Aceh ke-21, keluarga besar SMA Negeri 1 Simpang Kiri menggelar dzikir dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial membersihkan Masjid Al-Munawarah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan perdamaian Aceh yang bersejarah, ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005
Dipimpin Kepala SMA Negeri 1 Simpang Kiri, Sarinah, S.Pd., M.Pd. bersama dewan guru dan peserta didik, kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Melalui lantunan dzikir dan doa, seluruh peserta memanjatkan harapan agar perdamaian yang telah terjaga selama ini terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Bukan sekadar mengenang, tetapi ikut merawat perdamaian. Pesan itulah yang terlihat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para guru dan siswa kemudian bergerak bersama melaksanakan aksi sosial membersihkan Masjid Al-Munawarah yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
Dengan semangat gotong royong, para peserta membersihkan lingkungan masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat ibadah sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Bagi lingkungan pendidikan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik. Nilai perdamaian tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi ditanamkan melalui sikap saling menghargai, kepedulian, kebersamaan, dan kemauan untuk berbuat baik bagi lingkungan.
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di SMA Negeri 1 Simpang Kiri pun menjadi pesan sederhana namun bermakna: perdamaian harus terus dijaga, persaudaraan harus terus dirawat, dan generasi muda harus dipersiapkan menjadi penerus yang mampu mempertahankan Aceh yang aman dan damai.
Dari sekolah, semangat itu ditanamkan. Dari generasi muda, perdamaian Aceh diharapkan terus dilanjutkan.
Damai Aceh, damai untuk kita semua.



































