Proyek Revitalisasi SD Negeri 2 Kuning Aceh Tenggara Diduga Menuai Masalah

Detik Aceh

- Writer

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:02 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane  Rabu 10 Juni 2026. |  Pelaksanaan proyek revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kuning Kecamatan Bambel kabupaten Aceh Tenggara (Agara) Provinsi Aceh diduga syarat masalah demikian diperoleh imformasinya rabu 10 juni 2926.

Pasalnya dalam Pelaksanaan proyek tersebut berjalan, namun berdasarkan informasi yang dihimpun ada beberapa pokok persoalan terhadap pengerjaan proyek ini.

Beberapa warga setempat kepada media ini menyebutkan bahwa proyek yang sedang dikerjakan itu langsung diduga monopoli oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek). Kemudian ratusan lembar seng bekas yang sudah dibongkar juga sudah raib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterangan Poto. Proyek Repitalisasi SDN Kuning 2 Kecamatan Bambel Aceh Tenggara saat di Rehabilitasi.

Dugaan lain alat bekas bangunan seng bekas sekolah tersebut merupakan aset negara yang seharusnya dilelang lewat aset daerah secara terbuka dengan transparan bukan lelang tertutup. Hal ini berpotensi melanggar aturan sistem pelelangan aset negara.

Infonya lainnya bahwa oknum Kepsek secara langsung menyerahkan semua pekerjaan proyek revitalisasi sekolah tersebut ke tukang atau pihak ketiga. dokumen atau berita acara hanya sebatas lipserpis administrasi untuk kelengkapan administrasi pencairan dana proyek .

Untuk itu warga setempat berharap kepada pihak dinas pendidikan kabupaten Aceh Tenggara untuk mendalami dugaan masalah ini. Dan diminta mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kepsek SD Negeri 2 Kuning.

Seharusnya pengerjaan proyek revitalisasi dikerjakan secara swakelola dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah dengan melibatkan masyarakat setempat, komite, dewan guru sebangai mana yg di atur dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan regulasi teknis seperti Inpres Nomor 7 Tahun 2025. Aturan ini mewajibkan pelibatan peran serta masyarakat melalui prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

“Aturan dan tahapan pengerjaan yang wajib dipatuhi meliputi:Pembentukan Panitia (Tim Swakelola): Kepala Sekolah membentuk Tim Penyelenggara yang terdiri dari Tim Persiapan (perencanaan dan RAB), Tim Pelaksana (pengerjaan fisik), dan Tim Pengawas (pemantau mutu dan administrasi).Tipe Swakelola. Bukan dikuasai secara pribadi.

Perencanaan dan Pengawasan dilakukan oleh Dinas terkait, namun Pelaksanaan dan Pengawasan dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan/P2SP) bekerja sama dengan komite dan masyarakat setempat.Perencanaan dan Anggaran: Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus mengacu pada survei harga lokal. Penggunaan material dan upah tenaga kerja lokal sangat diprioritaskan.Pelaksanaan Fisik: Pengerjaan dilakukan langsung oleh kelompok masyarakat/tukang lokal yang direkrut, bukan oleh kontraktor.Pertanggungjawaban (Transparansi & Akuntabilitas).

Karena seluruh anggaran atau dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah. Kepala Sekolah wajib mengelola dana secara transparan dan membuat laporan pertanggungjawaban (SPJ) sesuai dengan standar.

Sampai berita ini dikirimkan ke meja redaksi belum diperoleh komfirmasi dari kepala sekolah namun masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SD Negeri 2 Kuning, terkait pengerjaan proyek revitalisasi sekolah tersebut.(Kasirin).

Berita Terkait

Belum 24 Jam Ditangkap, Buron Lapas Kutacane Tewas di RSUD, Penanganan Kesehatan Dipertanyakan
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Jembatan Dinilai Tak Optimal dan Penerangan Minim, Sukri Win Bangsu Kritik Penanganan Banjir Kuning I yang Belum Tuntas
Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi
Dampak Tanggul Jebol di Kali Alas, Ratusan Hektare Perkebunan Hilang dan Regulasi Lingkungan Dipertaruhkan
Anggaran Dana Desa Dipertanyakan, Pendaftaran Pilkades di Aceh Tenggara Diduga Dipungut hingga Rp30 Juta
Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Dengan Total Sekitar 1.300 PPPK Paruh Waktu di Gayo Lues, Audiensi ke DPRK Tekankan Urgensi Kejelasan Status, Kesejahteraan, dan Perpanjangan Kontrak yang Konsisten

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru