Menyigi Dana Kapitasi Puskesmas Lawe Dua: Tinggi Angka, Rendah Layanan, Siapa Bertanggung Jawab?

Detik Aceh

- Writer

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:26 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Data terbaru dari https://jaga.id membuka fakta yang semakin memprihatinkan soal tata kelola anggaran dan akuntabilitas layanan kesehatan tingkat dasar di UPTD Puskesmas Lawe Dua, Kabupaten Aceh Tenggara. Selama triwulan awal 2026, dana kapitasi yang dialokasikan kepada puskesmas ini menunjukkan angka yang tidak kecil—Rp54.511.336 pada Januari 2026, naik menjadi Rp57.218.906 di Februari, dan sedikit turun ke Rp56.062.048 pada Maret 2026. Seluruh dana ini dialirkan untuk pelayanan kepada sekitar 9.500 hingga hampir 10.000 peserta setiap bulan. Namun, lonjakan angka tersebut tak pernah benar-benar menjawab minimnya kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Regulasi jelas menegaskan, terutama melalui Permenkes Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, bahwa dana kapitasi harus digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang optimal—termasuk pemenuhan tenaga medis, pengadaan obat, peningkatan kapasitas SDM, maupun kegiatan promotif-preventif di masyarakat. Namun temuan di Lawe Dua menunjukkan kontradiksi tajam. Posisi dokter hanya dua orang, asisten apoteker satu, dengan nihilnya bidan, perawat, dokter gigi, maupun ahli gizi. Fakta lapangan ini jauh dari standar minimal struktur tenaga kesehatan yang digariskan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.

Pertanyaannya sederhana namun sangat dasar: ke mana aliran lebih dari Rp50 juta dana kapitasi per bulan itu bermuara? Mengapa alokasi yang seharusnya menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan, kenyataannya tidak berdampak nyata dalam pemenuhan SDM dan peningkatan layanan di Puskesmas Lawe Dua? Publik berhak mengetahui seluruh detil penggunaan dana kapitasi, mulai dari rekrutmen SDM, penyediaan alat dan obat, hingga pelaksanaan program-program kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parahnya lagi, isu tata kelola keuangan makin buram dengan dugaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang sempat berpindah ke rekening pribadi staf sebelum ditarik kembali. Praktik seperti ini tidak hanya rawan maladministrasi, tetapi dapat mengarah pada pelanggaran pidana jika ditemukan unsur memperkaya diri atau pihak lain, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Regulasi yang berlaku, baik untuk dana kapitasi maupun BOK, mewajibkan pencairan dan perputaran dana hanya lewat rekening resmi institusi, bukan individu, serta tercatat dan terbuka untuk diaudit.

Rangkaian fakta dan data dari https://jaga.id ini semestinya tidak hanya berhenti pada rasa prihatin. Aparat penegak hukum (APH) wajib turun tangan melakukan audit forensik—mulai dari digital audit, verifikasi pelaporan penggunaan dana, penelusuran aliran uang, hingga pemeriksaan kas fisik dan digital di Puskesmas Lawe Dua. Keterbukaan dan kejelasan adalah hak publik yang tidak bisa dinegosiasikan dalam pengelolaan anggaran kesehatan. Negara telah menyediakan dana ratusan juta setiap tahun, tetapi jika hanya menjadi angka statistik tanpa wujud pelayanan, itu artinya kegagalan sistemik sekaligus potensi kerugian negara.

Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh Tenggara mesti memberikan keterangan terbuka sekaligus bertanggung jawab atas pengawasan dana kapitasi dan BOK ini. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Regulasi yang sudah jelas tak boleh dibiarkan sekadar menjadi pajangan naskah di rak peraturan. Aparat pengawas internal pemerintah, serta aparat penegak hukum di bidang korupsi dan administrasi publik, semestinya segera mengusut tuntas seluruh dugaan penyimpangan di Puskesmas Lawe Dua—bukan saja demi akuntabilitas keuangan, tetapi demi memastikan setiap rupiah dana kesehatan benar-benar bermuara ke pelayanan nyata, bukan menguap entah ke mana.

Urusan kesehatan adalah hak asasi dan perlindungan negara. Ketika anggarannya besar, namun warga tetap kekurangan layanan, celah pengelolaan inilah yang harus segera disentuh hukum dan audit, sebab transparansi dana publik adalah sebuah keniscayaan, bukan sekadar slogan. (TIM)

Berita Terkait

Oknum Pj Pengulu Kute Penampaan (AD) Agara Diduga Manipulasi Dana Ketahanan pangan Rp 140 Juta, Pembelian Tanah sendiri.
Rekening Pribadi Jadi Jalur Dana BOK? Transparansi Pengelolaan Anggaran Puskesmas Lawe Dua Disorot
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Keluarga Korban Josua Marpaung Tak Terima Vonis Ringan Pengadilan Militer Terkait Penganiayaan di Lawe Sigalagala
Oknum Pengulu di Aceh Tenggara Diduga Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta, Warga Soroti Banyak Proyek
Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80
Proyek Revitalisasi SD Negeri 2 Kuning Aceh Tenggara Diduga Menuai Masalah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:27 WIB

Drama di Tengah Malam Gunung Bakti: Tim URC Satreskrim Polres Subulussalam Lumpuhkan Terduga Pelaku Pengancaman Bersenjata

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:59 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:39 WIB

Mencoreng Masa Depan Anak, Terduga Pelaku Pencabulan Berakhir di Tangan Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:13 WIB

Sosok Dermawan Haji Affan Alfian Bintang dan Hj. Mariani Harahap, Rutin Santuni Anak Yatim dan Kaum Jompo di Subulussalam

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:06 WIB

Firman Jaya Daeli Dorong Pemajuan Kejaksaan sebagai Pilar Supremasi Hukum dan Geostrategis Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:56 WIB

SEMPAT VIRAL! Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Handphone di RSUD Subulussalam, Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:10 WIB

Rakyat Bertanya, Pemerintah Tak Tahu: Ada Apa di Balik Proyek Miliaran Ini?

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:36 WIB

Khidmat dan Meriah, HARBA PII ke-79 Dihadiri Pelajar hingga OKP Cipayung

Berita Terbaru