Rakyat Bertanya, Pemerintah Tak Tahu: Ada Apa di Balik Proyek Miliaran Ini?

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:10 WIB

50265 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM|  DETIKACEH.COM  Sebuah proyek pembangunan berskala besar yang sedang berlangsung di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, memicu sorotan tajam dari masyarakat. Bangunan megah dengan struktur beton bertulang itu diduga menelan anggaran hingga miliaran rupiah, namun ironisnya tidak ditemukan satu pun plang informasi proyek di lokasi.

Ketiadaan papan informasi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Siapa pelaksananya? Dari mana sumber anggarannya? Berapa nilai kontraknya? Dan siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut?

Kondisi ini dinilai mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas publik yang seharusnya menjadi fondasi dalam setiap pembangunan yang menggunakan uang negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang lebih mengejutkan, saat dikonfirmasi awak media, Plt Kepala Dinas terkait mengaku tidak mengetahui secara rinci proyek tersebut.

“Kami hanya menerima surat pemberitahuan adanya proyek itu, tetapi tidak mengetahui secara persis detailnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru menambah kecurigaan publik. Bagaimana mungkin proyek yang diduga bernilai miliaran rupiah dapat berjalan tanpa kejelasan informasi, sementara instansi teknis terkait mengaku tidak mengetahui detail pekerjaan tersebut?

Di lapangan, sejumlah warga mengaku sering melihat beberapa oknum yang datang dan pergi mengawasi pekerjaan. Namun hingga kini tidak ada yang bersedia menjelaskan identitas maupun kapasitas mereka.

“Mereka sering datang mengawasi pekerjaan, tetapi ketika ditanya dari mana dan siapa, tidak ada yang mau menjawab,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya persoalan transparansi, proyek ini juga diselimuti dugaan pelanggaran lain yang lebih serius. Sejumlah tokoh masyarakat menyebut material berupa batu, pasir, dan tanah timbunan yang digunakan dalam pembangunan tersebut diduga berasal dari lokasi yang tidak memiliki izin galian C.

Material tersebut disebut-sebut diambil dari wilayah Desa Pula Kedep tanpa adanya kejelasan perizinan resmi.

“Kalau benar material diambil tanpa izin, ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga dugaan pelanggaran hukum yang harus diusut tuntas,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Aceh, untuk segera turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Mereka meminta aparat mengungkap siapa pihak yang berada di balik proyek misterius tersebut, menelusuri sumber pendanaan, memeriksa legalitas pekerjaan, serta menyelidiki dugaan pengambilan material tanpa izin yang berpotensi merugikan negara dan merusak lingkungan.

Publik menilai proyek tanpa identitas bukan hanya menimbulkan tanda tanya, tetapi juga membuka ruang bagi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang bersih dan transparan.

Jika proyek ini benar menggunakan dana publik, maka masyarakat memiliki hak untuk mengetahui seluruh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Kini masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Jangan sampai proyek bernilai miliaran rupiah ini menjadi simbol lemahnya pengawasan dan matinya keterbukaan informasi di daerah.

“Jangan biarkan proyek misterius tumbuh subur di tengah tuntutan transparansi. Hukum harus hadir untuk menjawab keresahan masyarakat.”

Redaksi: news1kabar.com team/ Syahbudin Padang

 

Berita Terkait

Demi Kemaslahatan Rakyat dan Realisasi Visi-Misi, Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan WPR
Ketua Muhammadyah Aceh A. Malik Musa Sambut Menteri Pendidikan RI di Aceh, 2.000 Sepatu untuk Anak Korban Banjir Disalurkan
Soal LHKPN Zita Anjani, PW GPA Al Washliyah Nilai Framing di Medsos Sarat Kepentingan
Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo
Hari Bhayangkara Ke-80: Polsek Seunagan Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah Bersama Warga
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Dayah Ribathul Muta’allimin Al Aziziyah Gelar Perlombaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
H. Affan Alfian Bintang, SE Tetap Dekat dengan Masyarakat dalam Suasana Penuh Keakraban

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:42 WIB

Ahmad Zusrizal Dominasi Kategori Pro, Ini Daftar Juara Umum Kejurprov Grasstrack Kapolres Nagan Raya Cup 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:04 WIB

Tolak Investasi Tambang, DPD LSM Trinusa Aceh Dukung Penuh Perjuangan Masyarakat Beutong Ateuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:57 WIB

Perang Melawan Narkoba: Kejari Nagan Raya Musnahkan Ratusan Kilogram Barang Bukti Hasil Tangkapan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Keluarga Besar RAPI Nagan Raya Berikan Ucapan Selamat Kepada Ilyas, S.Pd.I. Sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Beutong Ateuh Bangalang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS Lapang Meulaboh

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:56 WIB

Kemenag dan BPJPH Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 di Nagan Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:13 WIB

Sosok Dermawan Haji Affan Alfian Bintang dan Hj. Mariani Harahap, Rutin Santuni Anak Yatim dan Kaum Jompo di Subulussalam

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:56 WIB

SEMPAT VIRAL! Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Handphone di RSUD Subulussalam, Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terbaru