BANDA ACEH, [Tanggal Hari Ini] — Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Fauzi, secara menohok menyoroti gaya kepemimpinan Bupati Abdya yang dinilai juga tidak ada kinerja, namun haus pujian. Rahmat secara tegas meminta Bupati untuk berhenti berbangga diri atas klaim keberhasilan semu dan segera membenahi bobroknya kinerja di internal pemerintah daerah.
Sentilan keras ini dipicu oleh aksi bagi-bagi “rapor hijau” dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi yang ia sebut sebagai “plat merah”. Menurut Rahmat, penghargaan tersebut tak lebih dari sekadar panggung pencitraan murah untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah daerah dalam merespons jeritan masyarakat.
Bupati Abdya jangan bangga dengan ‘rapor hijau’ yang diberikan oleh sekelompok mahasiswa dari organisasi plat merah! Itu tidak mencerminkan realitas yang dirasakan rakyat saat ini,” tegas Rahmat Fauzi dengan nada menohok.
Tidak berhenti di situ, Rahmat juga mengecam manuver Bupati yang malah sibuk mengusik dan mempertanyakan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Aksi tersebut dinilai sebagai taktik murahan untuk mengalihkan isu (smear campaign) serta bentuk kepanikan pejabat publik yang gagap menghadapi kritik.
Bupati fokus saja dulu pada kinerja sendiri, jangan terlalu sibuk mempertanyakan kinerja DPRA! Jangan anti-kritik dan sok melempar bola ke orang lain saat tidak lagi sanggup mendengar kritikan untuk diri sendiri!” cerdas Rahmat menembak sikap membela diri Pemkab Abdya.
Rahmat mengingatkan bahwa jabatan publik menuntut kebesaran jiwa untuk dievaluasi, bukan malah berlindung di balik benteng organisasi ‘peliharaan’ atau menyerang lembaga lain. Ia mendesak Bupati Abdya untuk segera menyingsingkan lengan baju dan membuktikan kinerjanya lewat aksi nyata, bukan narasi pengalihan isu.


































