Keluarga Korban Josua Marpaung Tak Terima Vonis Ringan Pengadilan Militer Terkait Penganiayaan di Lawe Sigalagala

Detik Aceh

- Writer

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:34 WIB

50150 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Keluarga almarhum Josua Perjuangan Marpaung, pemuda 26 tahun asal Desa Gaya Jaya, Kecamatan Lawe Sigalagala, Aceh Tenggara, menyatakan kekecewaannya terhadap vonis Majelis Hakim Pengadilan Militer 1/1 Banda Aceh terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan Josua meninggal dunia. Vonis tiga bulan penjara kepada dua anggota TNI dinilai sangat ringan dan tidak sebanding dengan peristiwa yang mengakibatkan kehilangan nyawa anak mereka.

Peristiwa tragis ini bermula pada 1 Agustus 2025, saat digelar pertandingan sepak bola antardesa dalam rangka memperingati HUT RI di Lapangan Kompi 114/SM Lawe Sigalagala. Dalam pertandingan yang semestinya menjadi ajang sportivitas tersebut, terjadi keributan antar pemain yang berujung pada perkelahian dan aksi penganiayaan terhadap Josua Marpaung. Kejadian yang berlangsung di lingkungan militer itu kemudian berakhir tragis, setelah Josua sempat dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 4 Agustus 2025.

Orangtua korban, R. Marpaung, menuturkan duka mendalam atas kematian putra kandungnya. Ia mengaku tidak hanya terpukul oleh kepergian Josua, namun juga menyesalkan ringan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku. Selain itu, keluarga meyakini pelaku penganiayaan lebih dari dua orang, yang terdiri dari empat anggota TNI dan dua warga sipil. Namun, proses hukum hanya menjerat dua anggota TNI, sedangkan pelaku lain belum tersentuh pengadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa keadilan belum ditegakkan, keluarga telah mengambil langkah untuk mencari keadilan, mulai dari menyurati Presiden Prabowo Subianto melalui surat terbuka di media sosial, hingga mengadu ke berbagai lembaga terkait. Mereka meminta adanya pemeriksaan lanjutan terhadap dugaan keterlibatan pelaku lain dan mengharapkan proses hukum yang lebih transparan serta adil agar pelaku penganiayaan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara setimpal.

Salah seorang warga Lawe Sigalagala yang ditemui mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden tersebut. Menurutnya, kematian seseorang akibat penganiayaan dalam sebuah pertandingan sepak bola jelas sangat memprihatinkan, terlebih ketika peristiwa itu terjadi di lingkungan aparat militer yang seharusnya menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara, Letkol (Czi) Arya Murdyantoro, mendapat tanggapan singkat. Ia menyebut pihaknya memantau perkembangan proses hukum yang berjalan, serta menegaskan tugas utama TNI tetap menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Hingga kini, keluarga korban berharap agar adanya perhatian lebih serius dari pihak berwenang, terutama agar proses penegakan hukum berjalan seadil-adilnya dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Seiring berjalannya waktu, desakan masyarakat dan keluarga untuk menuntaskan perkara ini pun semakin kuat, dengan harapan tidak ada lagi korban jiwa akibat tindak kekerasan yang seharusnya dapat dicegah. (PLS)

Berita Terkait

Jembatan Dinilai Tak Optimal dan Penerangan Minim, Sukri Win Bangsu Kritik Penanganan Banjir Kuning I yang Belum Tuntas
Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi
Dampak Tanggul Jebol di Kali Alas, Ratusan Hektare Perkebunan Hilang dan Regulasi Lingkungan Dipertaruhkan
Anggaran Dana Desa Dipertanyakan, Pendaftaran Pilkades di Aceh Tenggara Diduga Dipungut hingga Rp30 Juta
Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkotika, Lembaga Intitusi Harus Bersih !!!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Tanggapan Jokowi Soal Ijazah Gibran Diuji: Hormati MK, Tapi Publik Butuh Jawaban Pasti

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Panggung MK Memanas: Denny Indrayana Pimpin Aksi Tuntut Pemakzulan Gibran

Rabu, 30 September 2026 - 01:10 WIB

Jerry Massie Kembali Serang Narasi Politik Jokowi, Ungkit Esemka, IKN, Impor, Tiga Periode dan Polemik Ijazah

Jumat, 18 September 2026 - 23:48 WIB

Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Masyarakat Bisa Ajukan Sanggahan bagi Masyarakat yang Terdata di Desil 10

Berita Terbaru