Oknum Pengulu di Aceh Tenggara Diduga Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta, Warga Soroti Banyak Proyek

Detik Aceh

- Writer

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:33 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Dugaan kasus penggelapan dan salah kelola dana ketahanan pangan menyeret nama seorang oknum pengulu berinisial WM di Desa Kute Bunin, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Temuan dan keluhan itu mencuat dari penelusuran sejumlah warga dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat, Jumat (12/6/2026). Tak tanggung-tanggung, jumlah dugaan penyelewengan anggaran tahun 2025 yang disebut-sebut masyarakat mencapai Rp 150 juta.

Diketahui, dugaan penggelapan dana ini dilakukan dengan beberapa cara. Sumber warga di Kute Bunin menyebutkan, sekitar setengah dari total dana ketahanan pangan, yakni Rp 75 juta, diduga dikuasai oknum pengulu tanpa penjelasan maupun peruntukan jelas kepada masyarakat. Sementara itu, sisanya – sekitar Rp 75 juta – menurut informasi yang dihimpun, diduga disalurkan lewat skema simpan pinjam dengan penerapan bunga persen dari total dana yang dipinjam. Warga mengaku heran karena dana yang semestinya diperuntukkan bagi ketahanan pangan desa justru beredar tanpa kejelasan.

Tak sampai di situ, masyarakat juga menyoroti adanya dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan rumah untuk kaum duafa selama dua tahun terakhir. Bantuan rehab rumah untuk kaum duafa yang dikeluarkan pemerintah tahun 2024 dan 2025, disebut-sebut diterima mayoritas keluarga dan kerabat oknum pengulu. Dugaan penyimpangan yang diadukan warga terkait adanya pemotongan atau “sunat anggaran” sekitar 20 persen dari pagu tiap rumah, dengan nominal bantuan untuk satu unit rehab rumah sebesar Rp 10 juta. Artinya, jika 10 unit rumah direhab, dari total Rp 100 juta, ada dugaan pemotongan sekitar Rp 2 juta per rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya dua kasus itu, sejumlah warga juga menyebut ada dugaan masalah pada pengelolaan dana untuk pengaspalan jalan desa dan program BUMK (Badan Usaha Milik Kampung). Warga merasa alur penggunaan dana desa tidak transparan dan kerap tak pernah disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga menambah daftar panjang pertanyaan tentang pengelolaan keuangan desa oleh oknum pengulu tersebut.

Saat dikonfirmasi soal temuan dan dugaan kasus ini, pengulu Kute Bunin, Warman, yang juga disebut-sebut sebagai ASN aktif di salah satu dinas pemerintah Aceh Tenggara, belum dapat dimintai keterangannya hingga berita ini diterbitkan. Pihak terkait masih terus diupayakan untuk memberikan klarifikasi atas rangkaian dugaan pengelolaan dana desa yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Berita Terkait

Belum 24 Jam Ditangkap, Buron Lapas Kutacane Tewas di RSUD, Penanganan Kesehatan Dipertanyakan
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Jembatan Dinilai Tak Optimal dan Penerangan Minim, Sukri Win Bangsu Kritik Penanganan Banjir Kuning I yang Belum Tuntas
Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi
Dampak Tanggul Jebol di Kali Alas, Ratusan Hektare Perkebunan Hilang dan Regulasi Lingkungan Dipertaruhkan
Anggaran Dana Desa Dipertanyakan, Pendaftaran Pilkades di Aceh Tenggara Diduga Dipungut hingga Rp30 Juta
Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Dengan Total Sekitar 1.300 PPPK Paruh Waktu di Gayo Lues, Audiensi ke DPRK Tekankan Urgensi Kejelasan Status, Kesejahteraan, dan Perpanjangan Kontrak yang Konsisten

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru