Titiek Soeharto Tepat Puji Agus Andrianto, Presiden Tenang Jika Kabinet Diisi Sosok Seperti Beliau

Detik Aceh

- Writer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:43 WIB

50149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) menyampaikan apresiasi atas pernyataan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, yang memberikan pujian kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Menurut kami pernyataan tersebut mencerminkan adanya pengakuan terhadap kinerja yang dinilai membawa perubahan nyata di lingkungan pemasyarakatan” ujar Ketua Umum DPP LPPI, Dedi Siregar,

Ketua Umum DPP LPPI, Dedi Siregar, mengatakan bahwa pernyataan ibu Titiek yang menyebut, “Kalau kabinet diisi seperti Pak Agus, Presiden tenang,” merupakan bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan yang berorientasi pada kerja nyata dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Menurut kami, pernyataan Ibu Titiek merupakan penilaian yang lahir dari pengamatan terhadap kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto. Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan di lingkungan pemasyarakatan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan sistem yang lebih produktif, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi menilai, transformasi yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendorong pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan positif, seperti pelatihan keterampilan, pembinaan kemandirian, hingga pengembangan sektor produktif di berbagai lembaga pemasyarakatan.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan kawasan Pulau Nusakambangan sebagai kawasan ketahanan pangan dan pusat kemandirian. Menurut Dedi, langkah tersebut menunjukkan adanya paradigma baru dalam pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan produktivitas yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Transformasi di Nusakambangan menjadi simbol bahwa lembaga pemasyarakatan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Dedi Siregar, langkah tersebut merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Melalui pemberdayaan lahan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia, kawasan Nusakambangan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.

“Transformasi yang dilakukan di Nusakambangan membuktikan bahwa pembinaan warga binaan dapat berjalan beriringan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Ini adalah konsep yang sangat baik dan mencerminkan adanya visi pembangunan yang berorientasi pada hasil,” katanya.

Kami juga menilai keberhasilan berbagai program pemberdayaan di lapas menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan yang produktif lebih efektif dibandingkan sekadar menjalankan fungsi pemidanaan. Dengan adanya kegiatan positif setiap hari, warga binaan memperoleh kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa kepemimpinan Agus Andrianto memperlihatkan keberanian melakukan perubahan di lingkungan pemasyarakatan melalui tata kelola yang lebih profesional, peningkatan produktivitas, serta penguatan fungsi pembinaan. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan harapan masyarakat agar lembaga pemasyarakatan mampu mencetak warga binaan yang lebih siap menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidananya. (Red)

Berita Terkait

Ketika Sungai Penetai Berubah Keruh dan Tebing Runtuh, Kerinci Membayar Mahal Harga Pembiaran PETI
Kuatkan Tali Kasih di Perantauan, Antoni Silaban Panggil Keluarga Besar PPBJS Jabodetabek Saling Menopang
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkotika, Lembaga Intitusi Harus Bersih !!!
Tanggapan Jokowi Soal Ijazah Gibran Diuji: Hormati MK, Tapi Publik Butuh Jawaban Pasti
Panggung MK Memanas: Denny Indrayana Pimpin Aksi Tuntut Pemakzulan Gibran
Jerry Massie Kembali Serang Narasi Politik Jokowi, Ungkit Esemka, IKN, Impor, Tiga Periode dan Polemik Ijazah
Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!
Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Dengan Total Sekitar 1.300 PPPK Paruh Waktu di Gayo Lues, Audiensi ke DPRK Tekankan Urgensi Kejelasan Status, Kesejahteraan, dan Perpanjangan Kontrak yang Konsisten

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru