BANDA ACEH | Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) resmi melantik Pengurus Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Paya Bakong (IPEMAPA) Banda Aceh Periode 2026–2028 di Aula MAN Model Banda Aceh, Rabu (8/7/2026).
Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd., tersebut menjadi momentum memperkuat regenerasi kepemimpinan sekaligus meneguhkan peran organisasi kekeluargaan sebagai wadah pembinaan mahasiswa dan pemuda asal Kecamatan Paya Bakong.
Dalam sambutannya, Rifki mengangkat perspektif yang berbeda dengan mengulas nilai positif feodal dalam kehidupan organisasi. Menurutnya, istilah feodal selama ini lebih sering dipahami sebagai sesuatu yang negatif karena dikaitkan dengan penyalahgunaan kekuasaan. Padahal, apabila dimaknai secara proporsional, terdapat nilai-nilai yang justru dapat memperkuat budaya organisasi.
“Feodal yang saya maksud bukan budaya menindas atau anti kritik. Yang perlu diwariskan adalah budaya menghormati proses, menghargai orang-orang yang telah lebih dahulu berjuang, serta menjadikan senior sebagai teladan. Organisasi akan kehilangan arah apabila setiap generasi merasa memulai semuanya dari nol tanpa menghargai pondasi yang telah dibangun pendahulunya,” ujar Rifki.
Untuk menggambarkan hubungan ideal antara senior dan kader, Rifki menyampaikan analogi ‘Pohon Besar dan Tunas Muda’.
“Bayangkan sebuah pohon besar yang berdiri di tengah kampung. Pohon itu tinggi, rindang, dan akarnya menghujam kuat ke dalam tanah. Di bawahnya tumbuh tunas-tunas muda. Tunas tidak pernah iri kepada pohon besar. Justru karena pohon itu telah lebih dahulu tumbuh, ia memberikan keteduhan, menjaga, dan melindungi hingga tunas mampu tumbuh menjadi pohon yang lebih kuat. Begitulah seharusnya hubungan antara senior dan generasi penerus dalam organisasi,” Ucapnya
Ia juga mengingatkan bahwa kepengurusan baru akan menghadapi dinamika organisasi yang dihuni oleh beragam karakter dan latar belakang. Oleh karena itu, IPEMAPA harus mampu menjadi rumah bersama yang dirasakan dimiliki oleh seluruh masyarakat Paya Bakong di Banda Aceh, baik mahasiswa, pemuda, santri, tokoh masyarakat, maupun para alumni.
Lebih lanjut, Rifki meminta pengurus agar bergerak cepat membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Paya Bakong. Menurutnya, respons positif dari Muspika maupun Forum Keuchik harus segera ditindaklanjuti melalui komunikasi yang intensif dan pendekatan yang proaktif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina IPEMAPA, Dr. Hj. Nursiah, S.Ag., M.Pd., bersama jajaran Dewan Pembina, yakni Mahmuddin, S.Sy., Muhammad Harun, S.H.I., Muhibuddin, S.K.M., M.K.M., Muhammad Herizal, dan Tjut Ika Mauliza, S.Pd. Hadir pula jajaran Pengurus Pusat IPAU, yaitu Sekretaris Jenderal Dede Adistira, S.Sos., M.A., Bendahara Umum Maulana Rizky, S.Kom., Zulhelmi, S.T., M.T., serta Andi Miswar, S.Sos.
Akhirnya IPAU berharap kepengurusan IPEMAPA Periode 2026–2028 mampu menghadirkan organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai penghormatan, keteladanan, serta semangat pengabdian dalam membangun generasi muda Paya Bakong































