Porsi Pembagian Blok Andaman Dinilai Tak Adil, Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry: Koalisi Gubernur Aceh Jangan Loyo

Detik Aceh

- Writer

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:40 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyoroti permasalahan Blok Andaman yang hingga kini belum menemukan titik temu. Menurutnya, pengelolaan Blok Andaman telah mencederai prinsip keadilan bagi Aceh. Seharusnya Blok Andaman, yang notabene merupakan wilayah geografis Aceh, memberikan hasil sesuai dengan yang telah tertuang dalam Perjanjian Damai MoU Helsinki. Indonesia juga tidak boleh menutup mata seolah-olah perjanjian damai tersebut tidak memiliki kekuatan hukum sehingga dapat dikesampingkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015. Oleh karena itu, mereka menilai kekuatan hukum Perjanjian Damai Aceh–Indonesia harus dihormati.

Zuhari Alvinda Haris, Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry, dengan tegas menyampaikan bahwa Mualem jangan bersandiwara seolah-olah semua yang dilakukan demi kepentingan rakyat.

“Permasalahan Blok Andaman harus menjadi perhatian serius Gubernur Aceh. Jangan membuat sandiwara di hadapan publik seolah-olah membela rakyat Aceh. Kami khawatir ada permainan yang terjadi dalam pengelolaan Blok Andaman ini. Dengan tegas kami sampaikan bahwa Mualem jangan mencoba memanipulasi rakyat Aceh melalui langkah-langkah yang berkedok untuk rakyat,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga meminta transparansi dokumen mengenai hal-hal yang sedang diperjuangkan. Jangan sampai lobi yang dilakukan Pemerintah Aceh berkedok untuk rakyat padahal kepentingan diri sendiri dan kelompok tertentu.

“Kami juga meminta Pemerintah Aceh membuka seluruh dokumen yang berkaitan dengan Blok Andaman. Jangan sampai terjadi pembohongan publik. Jangan sampai proses lobi pada akhirnya hanya menguntungkan diri sendiri maupun kelompok tertentu,” sambungnya.

Zuhari Alvinda Haris juga menyampaikan bahwa hingga hari ini belum ada koalisi politik Gubernur Aceh yang efektif dalam menciptakan kebijakan berbasis energi yang menguntungkan rakyat Aceh.

“Kami menilai hingga hari ini koalisi politik Gubernur Aceh belum efektif dalam menciptakan kebijakan berbasis energi. Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Seharusnya, dengan berbagai sumber daya alam yang dimiliki, Aceh mampu mengelola sendiri kebutuhan energinya tanpa bergantung pada daerah lain. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk kegagalan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam di Aceh. Kami melihat ada korelasi mengapa Aceh selalu kalah dalam proses lobi dengan pemerintah pusat terkait Blok Andaman,” ujarnya.

Terakhir, Zuhari juga menilai Pemerintah Aceh selama ini hanya mengedepankan spirit perjuangan sementara dalam praktiknya dinilai belum menunjukkan sikap yang tegas terhadap pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh jangan hanya pandai menggertak pemerintah pusat dengan semangat perjuangan. Buktikan melalui tindakan bahwa Aceh benar-benar mampu menjalankan kewenangan khususnya tanpa intervensi pemerintah pusat. Jangan sampai Pemerintah Aceh menjadi boneka yang dimainkan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Berita Terkait

BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan
Transparansi Bukan Sekedar Angka di Atas Kertas, Tapi Fakta Nyata di Lapangan yang Diakui Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:08 WIB

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Terdata Desil 8, Balita Korban Kecelakaan di Bireuen Sulit Berobat, Bupati Turun Tangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Berita Terbaru