Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Pimpin Penyelidikan Kematian Tragis Sahila Kharunisa, Dua Anjing Pelacak Dikerahkan Ungkap Motif Pembunuhan Bocah di Lawe Alas

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:23 WIB

50646 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Kapolres Aceh Tenggara beserta jajaran kembali mendatangi rumah duka korban pembunuhan sadis bocah 10 tahun, Sahila Kharunisa, di Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Minggu (10/5/2026). Kehadiran polisi di tengah keluarga korban dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan terus berjalan serta memberikan dukungan moral bagi pihak keluarga yang masih dirundung duka dan kesedihan mendalam sejak peristiwa memilukan itu terjadi.

Keterangan dari keluarga menyebutkan, Sahila pertama kali dinyatakan hilang pada Kamis malam, 30 April 2026. Paman korban baru mengetahui kejadian itu setelah dua hari berlalu, sementara selama ini Sahila tinggal bersama nenek dan pamannya. Sang ayah, Andro Affandi (40), saat peristiwa berlangsung sedang bekerja di dapur MBG di Kabupaten Bireuen. Di waktu bersamaan, nenek Sahila, Nurijah (65), tengah berada di Takengon, Aceh Tengah, untuk bekerja sebagai buruh pemetik kopi.

Sosok Sahila dikenal keluarga dan warga sebagai anak yang penurut, rajin mengaji, dan berperilaku baik di lingkungan sekitarnya. Sehari-hari, bocah perempuan itu juga kerap membantu mengurus adiknya, Hilal Al-Qodri, yang baru berusia 4 tahun, terutama sepulang sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai dinyatakan hilang, keluarga berinisiatif melakukan pencarian dibantu warga dengan menyisir perkampungan hingga ke area perkebunan sekitar desa. Laporan kehilangan semula diajukan ke kepala desa, lalu diteruskan ke Polsek Lawe Alas. Selanjutnya, Polres Aceh Tenggara langsung membentuk tim pencarian dan penyelidikan intensif.

Akhir pencarian yang melelahkan berakhir pilu pada Jumat, 8 Mei 2026. Jasad Sahila ditemukan oleh tim kepolisian tidak jauh dari permukiman warga. Isak tangis keluarga pecah di lokasi penemuan, seiring terkuaknya nasib tragis bocah yang baru berusia 10 tahun itu.

Pihak keluarga mengaku sempat kebingungan atas kejadian ini, terlebih hubungan dengan terduga pelaku selama ini dikenal baik dan tidak pernah terjadi percekcokan. Warga sekitar pun membenarkan bahwa hubungan kedua keluarga terjalin secara harmonis, sehingga kejadian ini begitu mengejutkan dan meninggalkan luka mendalam di tengah masyarakat. Terkait motif pembunuhan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Memasuki hari ketiga pasca ditemukan jasad korban, AKBP Yulhendri S.H., S.I.K., M.I.K., selaku Kapolres Aceh Tenggara, turun langsung memimpin penyelidikan bersama Kasat Reskrim Zery Irfan, Kasat Intelkam Iptu Zakaria, serta Kapolsek Lawe Alas Sukardi. Untuk menguatkan pencarian bukti, dua ekor anjing pelacak dikerahkan ke sekitar lokasi guna mengantisipasi temuan-temuan baru yang dapat membantu mengungkap pelaku dan motif kejahatan tersebut.

Kunjungan Kapolres dan pejabat utama Polres Aceh Tenggara ke rumah duka pada Minggu siang bukan hanya menjadi bagian dari proses investigasi, tetapi juga bentuk empati dan perhatian kepada keluarga korban. Polisi pun memberi penjelasan terkait perkembangan penyelidikan serta mendengarkan aspirasi pihak keluarga yang berharap agar pelaku dihukum setimpal sesuai hukum berlaku demi keadilan untuk Sahila.

Tragedi yang menimpa siswa sekolah dasar ini menjadi perhatian luas masyarakat, apalagi mengingat korban dikenal berkepribadian baik serta dicintai warga sekitar. Proses penyelidikan terus diintensifkan untuk menemukan fakta-fakta baru dan memastikan kasus berpindah pada pengungkapan yang jelas, sekaligus menjadi penegasan komitmen aparat menuntaskan perkara hingga tuntas.

Pihak keluarga masih menunggu perkembangan lanjutan dari Kepolisian Aceh Tenggara sembari berharap keadilan dapat ditegakkan secara maksimal, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan mereka. Kejadian ini menjadi alarm bagi warga dan pihak berwenang agar semakin memperkuat perlindungan terhadap anak-anak dari ancaman kekerasan dan tindak kejahatan di kemudian hari. (RED)

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Aceh Tenggara, Wujud Nyata Hadirnya Polisi Jaga Keamanan Masyarakat
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya
Petugas Bandara Kualanamu Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu ke Kendari, Satu Warga Aceh Ditangkap
Proyek Irigasi Lawe Harum Rp 26,27 Miliar Diduga “Asal Jadi”, LSM KOMPAK Beberkan 6 Temuan Kegagalan Konstruksi
Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan
Gerak Cepat Resmob Agara! Pelaku Curanmor yang Resahkan Warga Berhasil Dibekuk dalam Ops Sikat
Kampus dan Polri Bersatu! STAISAR Aceh Singkil Siap Jadi Benteng Edukasi Hukum dan Anti Narkoba
Gawat : Diduga Oknum  Kades Kecamatan Suka Makmue Tidak Transparan Pengunaan Dana Desa Tahun 2024 – 2025. Warga Minta APH dan Inspektorat Segera Pariksa Kades Tersebut

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Senin, 11 Mei 2026 - 18:07 WIB

Gayo Lues Jadi Sorotan Nasional Setelah PT Rosin Dibekukan, Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Senin, 11 Mei 2026 - 08:23 WIB

Tak Mudah Raih Istana Merdeka, Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Buktikan Prestasi Nasional

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:32 WIB

Aksi Mahasiswa NTB di Jakarta Soroti Dugaan Mandeknya Izin Pertambangan Rakyat

Senin, 4 Mei 2026 - 02:46 WIB

#SamsuriCapres2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:38 WIB

Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terbaru