Jeritan Wartawan di Hari Pers Nasional: Syahbudin Padang Mengaku Diteror OTK dan Ditekan Saat Kawal Kasus Sawit Warga

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:20 WIB

50500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH —detikaceh.com  Momentum Hari Pers Nasional tahun ini justru menjadi hari penuh keprihatinan bagi insan pers daerah. Di tengah slogan kebebasan pers yang terus digaungkan, kenyataan di lapangan menunjukkan wartawan masih menghadapi teror, intimidasi, tekanan, bahkan perlakuan yang dinilai tidak berpihak saat membela kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Syahbudin Padang, Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, melalui pres rilisnya, Minggu (03/05/2026).

Syahbudin menilai bahwa kebebasan pers di Indonesia belum sepenuhnya hidup, bahkan cenderung semakin terancam ketika wartawan mulai menyentuh persoalan-persoalan sosial yang melibatkan kepentingan tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Hari Pers Nasional hanya akan jadi slogan kosong kalau wartawan yang memperjuangkan kebenaran masih diteror, diintimidasi, bahkan diperlakukan seolah tidak punya hak bicara,” tegas Syahbudin.

Ia mengungkapkan, belum lama ini dirinya mengalami serangkaian tekanan yang menurutnya sangat memukul psikologis sebagai wartawan.

Selain mobil kaca miliknya yang dilempar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan hingga kini belum ada titik terang, Syahbudin juga mengaku merasakan langsung suasana intimidatif saat berada di Kantor Desa Sikalondang ketika mencoba mengawal persoalan dugaan pencurian buah sawit milik warga.

Menurut keterangan Syahbudin, saat itu para terduga pelaku pencurian sawit beserta becak pengangkut sempat diamankan oleh Tim Resmob Polres Subulussalam. Namun persoalan tersebut kemudian berlanjut ke mediasi.

Dalam proses itu, becak serta buah sawit milik warga kemudian diamankan oleh pihak pemerintahan desa dan dibawa ke Kantor Desa Sikalondang untuk penyelesaian lebih lanjut.

Akan tetapi, saat Syahbudin hadir mengawal dan menyuarakan kepentingan warga yang merasa dirugikan, ia justru mengaku mendapat suasana tekanan dan intimidasi yang membuat dirinya mempertanyakan keberpihakan pemerintah desa.

> “Saya datang sebagai wartawan sekaligus sosial kontrol untuk mengawal hak warga. Tetapi yang saya rasakan di Kantor Desa Sikalondang justru tekanan psikologis. Seolah-olah suara warga yang kehilangan sawit tidak mendapat ruang, sementara para terduga pelaku justru terlihat dibela.”

Syahbudin menilai, kondisi tersebut sangat melukai rasa keadilan masyarakat kecil.

Menurutnya, ketika barang bukti berupa becak dan buah sawit sudah diamankan, seharusnya fokus utama adalah bagaimana hak warga yang dirugikan dipulihkan, bukan justru menimbulkan kesan adanya perlindungan terhadap pihak terduga pelaku.

> “Yang membuat saya miris, maling sawit warga seolah mendapat pembelaan. Ini membuat masyarakat bertanya-tanya, sebenarnya pemerintah desa berdiri di pihak korban atau di pihak pelaku?”

Ia menyebut, situasi yang dialaminya di kantor desa itu menambah daftar panjang tekanan yang dirasakan wartawan saat mendampingi persoalan rakyat.

> “Belum selesai mobil saya dilempar OTK, sekarang saat saya mengawal kasus sawit warga saya malah merasa diintimidasi. Kalau seperti ini terus, bagaimana wartawan bisa bekerja tenang?”

Syahbudin menegaskan bahwa wartawan seharusnya dilindungi ketika menjalankan fungsi kontrol sosial, bukan malah dibuat merasa tertekan ketika mendampingi masyarakat mencari keadilan.

Di sisi lain, ia juga menyinggung maraknya kekerasan terhadap wartawan di berbagai daerah, termasuk dugaan penganiayaan terhadap jurnalis saat melakukan tugas konfirmasi di Kabupaten Tapanuli Tengah yang menuai kecaman luas organisasi pers nasional.

Menurutnya, rentetan kejadian itu menunjukkan bahwa insan pers hari ini bukan hanya berjuang mencari berita, tetapi juga harus berjuang menghadapi ancaman keselamatan, tekanan kekuasaan lokal, hingga ketidakpastian hukum.

> “Satu wartawan dipukul saat konfirmasi, satu wartawan diteror OTK, satu wartawan diintimidasi saat bela warga. Lalu di mana letak kebebasan pers yang sering dibanggakan itu?”

Dalam momentum Hari Pers Nasional, Syahbudin Padang mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh aparatur desa agar tidak anti kritik dan tidak alergi terhadap kehadiran wartawan yang menjalankan fungsi pengawasan.

Ia menegaskan, wartawan bukan musuh pemerintah, melainkan penyambung lidah rakyat.

> “Kalau wartawan yang mengawal jeritan masyarakat malah ditekan, maka ini tanda bahwa kebebasan pers sedang sakit parah.”

Syahbudin menutup pernyataannya dengan kalimat keras:

> “Selama wartawan masih diteror OTK, masih diintimidasi saat bela warga, dan masih dianggap pengganggu saat mencari keadilan, maka Hari Pers Nasional tidak lebih dari seremoni tanpa makna.”

Syahbudin Padang
Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh

 

Berita Terkait

Ketua Presidium FPII Bersama Pengawas DPI Tinjau Sarana Asimilasi dan Edukasi, Apresiasi Program Ketahanan Pangan Lapas Cianjur
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
Kebakaran Besar di Pedalaman Gayo Lues, 18 Rumah Warga Telege Jernih Ludes Dilalap Api Senin Siang dan Satu Personel Damkar Jatuh dari Mobil Saat Operasi Pemadaman
Sambut HUT Brimob ke-81, Brimob Aceh Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Mako Kompi
Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut
Ojahan Sinurat, S.H. Bongkar Polemik Kebun Pucuk Rantau Bersatu 454 Hektare: KSO Sudah Dibatalkan, Mengapa Mantan Pengelola Masih Panen Dan Jual TBS?
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD
Penanganan Sungai Teripe Belum Berujung, DPRK Gayo Lues Desak Tenaga Teknis Profesional dan Intervensi Penuh Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:51 WIB

Ketua Presidium FPII Bersama Pengawas DPI Tinjau Sarana Asimilasi dan Edukasi, Apresiasi Program Ketahanan Pangan Lapas Cianjur

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Sambut HUT Brimob ke-81, Brimob Aceh Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Mako Kompi

Senin, 2 November 2026 - 13:55 WIB

Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Rayakan HLN ke-81.PLN Dorong Kemudahan Layanan Listrik Lewat Promo Energi Berdikari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Di Tengah Banjir Desa Danau Tras, Brimob Aceh Turun Langsung Membantu Warga Dan Pengendara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Kepulauan Anambas untuk Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dialog Kebudayaan Subulussalam Perkuat Persaudaraan, Tokoh Adat Ajak Semua Pihak Lestarikan Warisan Leluhur

Berita Terbaru