Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:38 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Dinamika politik Aceh yang kian memanas mendapat sorotan serius dari tokoh Aceh di Jakarta, Suryadi Djamil. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas antara eksekutif dan legislatif guna memastikan roda pemerintahan berjalan stabil, efektif, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurut Suryadi, konflik terbuka yang terus dipertontonkan ke ruang publik bukan hanya kontraproduktif, tetapi juga berisiko merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Ia menilai polemik yang berkembang saat ini telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Aceh di tingkat nasional.

“Jangan sampai ruang publik dipenuhi drama politik yang tidak substansial. Ini bukan tontonan yang mendidik, apalagi memberi solusi,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti maraknya tuduhan yang dilontarkan tanpa disertai bukti kuat. Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para pejabat publik.

“Jika memang ada dugaan pelanggaran, sampaikan secara terbuka, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan sekadar pernyataan yang memicu kegaduhan dan spekulasi,” ujarnya.

Suryadi mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk kembali pada nilai-nilai musyawarah dan kearifan lokal Aceh. Ia menilai dialog terbuka dan komunikasi yang sehat merupakan langkah paling elegan dalam menyelesaikan perbedaan, tanpa harus memperuncing konflik di ruang publik.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang dinilai memiliki kapasitas dan kebijaksanaan dalam meredam konflik serta mengambil keputusan strategis. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap kebijakan tetap disampaikan secara transparan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal utama. Karena itu, keterbukaan informasi harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Suryadi juga meminta pimpinan legislatif, khususnya Ketua DPRA, untuk menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi serta mengedepankan data dan fakta dalam setiap pernyataan kepada publik.

Lebih jauh, ia mengusulkan perlunya penyegaran kepemimpinan di parlemen daerah sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam membangun iklim politik yang sehat dan produktif. Menurutnya, Aceh memiliki banyak figur potensial yang mampu menghadirkan perubahan positif.

Beberapa nama yang disebut antara lain Salmawati, Aiyub Abbas, dan Anwar. Ketiganya dinilai memiliki pengalaman, integritas, serta keteladanan dalam kepemimpinan, yang diharapkan mampu menghadirkan suasana politik yang lebih kondusif, sejuk, dan bermartabat.

Menutup pernyataannya, Suryadi menegaskan bahwa masyarakat Aceh membutuhkan kerja nyata, bukan konflik berkepanjangan. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan kepentingan daerah, dan bersama-sama menjaga marwah Aceh di mata publik nasional.

“Sudah saatnya energi kita difokuskan pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bukan pada polemik yang tak berujung,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Mualem Dicerca di Tengah Banjir Aceh, Siapa Sebenarnya yang Memimpin?
Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu
PW GP Al Washliyah Jakarta: Stop Sebarkan Hoaks, Jangan Ganggu Fokus Kinerja Kepala BGN Nanik S. Deyang
PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Pencegahan Korupsi, KPK dan Komisi II DPR RI Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan serta Kepemimpinan Berintegritas
HIMLAB RAYA Jakarta: Pilkades Labusel Mengikuti Regulasi Nasional, Hentikan Tendensius yang Tidak Berdasarkan Fakta
Profesor Sutan Nasomal Acungi Jempol Atas Upaya Presiden Prabowo Menekan Berkembangbiak Tikus Ekonomi Grogoti Jalur Eksport Import !!
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru