Aksi Protes Pembatasan JKA di Aceh Memanas, Massa Tunggu Kehadiran Pemimpin Daerah

Detik Aceh

- Writer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:49 WIB

50104 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Gelombang penolakan terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang pembatasan layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) makin memanas. Mahasiswa dan masyarakat terus berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, mendesak regulasi baru itu segera dicabut karena dianggap memangkas hak rakyat atas akses kesehatan, khususnya bagi warga kurang mampu.

Namun, di tengah demonstrasi yang berkobar sejak beberapa hari terakhir, figur utama pemimpin daerah sama sekali belum terlihat turun langsung ke tengah massa. Padahal, peserta aksi sudah berkali-kali meminta dialog terbuka untuk mendapatkan penjelasan langsung dari dua pucuk pimpinan tertinggi Aceh.

Alih-alih hadir menemui massa, pihak pemerintah justru mengutus sejumlah pejabat dan birokrat untuk berdialog. Langkah ini semakin menuai kekecewaan mahasiswa. Menurut koordinator aksi, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan administratif, melainkan keputusan politik yang berpihak kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah absennya pemimpin daerah, Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menyatakan bahwa pemerintah telah beberapa kali membuka ruang dialog. Ia juga menambahkan, mahasiswa disebut menolak dialog yang ditawarkan. “Walaupun mahasiswa menolak dialog, namun mahasiswa telah menjalankan perannya, dan polisi melaksanakan tugasnya,” ujarnya di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Pernyataan ini langsung menuai reaksi keras. Massa aksi membantah tudingan menolak berdialog. Sejak awal, mereka menegaskan hanya bersedia berdiskusi jika pemegang keputusan utama hadir langsung di hadapan mereka. Bagi mahasiswa, polemik JKA adalah keputusan politik yang berdampak pada hak dasar masyarakat, bukan sekadar persoalan teknis yang bisa diwakili oleh pejabat struktural.

Nurlis menambahkan, pemerintah Aceh sudah mencoba pendekatan akademik kepada mahasiswa. Namun, massa aksi tetap tak bersedia berdiskusi tanpa kehadiran pemimpin utama. Sikap saling tarik ulur ini membuat situasi belum mereda hingga sore hari.

Gelombang aksi penolakan kini kian meluas ke daerah-daerah lain di Aceh. Demonstran bertekad bertahan hingga permintaan mereka dikabulkan dan meminta pengambil kebijakan hadir langsung untuk memberikan kejelasan di tengah polemik pembatasan layanan JKA. Warga kini menanti, apakah para pemimpin daerah akan hadir merespons tuntutan rakyatnya atau tetap memilih diam dalam pusaran protes panjang. (*)

Berita Terkait

BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan
Transparansi Bukan Sekedar Angka di Atas Kertas, Tapi Fakta Nyata di Lapangan yang Diakui Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:08 WIB

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Terdata Desil 8, Balita Korban Kecelakaan di Bireuen Sulit Berobat, Bupati Turun Tangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Berita Terbaru