Aliansi Rakyat Aceh Siap Turun ke Jalan Lagi, Tuntut Pencabutan Pergub JKA

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:10 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Aliansi Rakyat Aceh memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II di Kantor Gubernur Aceh pada Senin, 11 Mei 2026. Aksi ini menjadi lanjutan dari gelombang protes sebelumnya, menyuarakan tuntutan utama pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang oleh massa dianggap mengancam hak kesehatan masyarakat Aceh.

Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Aceh, Syarif Maulana, dalam keterangannya menegaskan pihaknya tidak pernah setengah hati memperjuangkan aspirasi rakyat. Ia menyebut regulasi baru dalam Pergub JKA bukan hanya soal administrasi, melainkan bersentuhan langsung dengan hak hidup dan layanan dasar masyarakat Aceh. Syarif memastikan aksi besok akan diikuti massa yang lebih besar, sebagai puncak kekecewaan terhadap sikap Pemerintah Aceh yang dinilai belum serius menanggapi tuntutan pada aksi pertama.

“Pergub Nomor 2 Tahun 2026 ini menyangkut hak hidup rakyat Aceh. Kami tidak akan mundur sebelum kemenangan kembali kepada rakyat,” tegas Syarif, Minggu (10/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Rakyat Aceh mendesak agar Gubernur Aceh segera keluar menemui massa aksi dan memberikan kepastian atas tuntutan pencabutan Pergub JKA. Mereka menilai kebijakan itu gagal menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan hanya semakin memperpanjang daftar masalah di sektor kesehatan. Dalam pernyataannya, Aliansi juga meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar gelombang protes tidak makin meluas dan kemarahan masyarakat tidak memuncak.

Selain mengajukan tuntutan kepada pemerintah, Aliansi Rakyat Aceh juga mengingatkan aparat keamanan agar tidak kembali melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. Mereka menyebut pada aksi sebelumnya sempat terjadi insiden yang menyebabkan sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka, bahkan ada yang cedera cukup serius.

“Kami datang membawa suara rakyat secara damai. Jangan sampai ada lagi tindakan represif yang justru merugikan masyarakat,” ujar Syarif.

Aksi yang digulirkan kali ini, menurut Aliansi, bukan sekadar protes biasa melainkan bentuk perjuangan bersama dan terbuka demi menjaga hak-hak dasar masyarakat Aceh, khususnya terkait jaminan akses layanan kesehatan. Massa aksi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dan mengawal kebijakan publik agar tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.

Gelombang penolakan terhadap Pergub JKA ini semakin menguat di berbagai daerah, seiring munculnya suara kekecewaan dari masyarakat yang merasa sistem baru jaminan kesehatan berpotensi menyulitkan warga dengan status ekonomi menengah ke bawah. Dengan aksi kedua yang lebih besar, Aliansi Rakyat Aceh berharap pemerintah mendengar langsung suara masyarakat dan menunjukkan keseriusan dalam merespons masalah publik secara terbuka.

Demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung besok diperkirakan akan diikuti ribuan massa. Aliansi menyerukan semua komponen rakyat Aceh tetap solid memperjuangkan pencabutan aturan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil. Mereka menilai perjuangan ini adalah simbol perlawanan terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat, berharap keputusan lebih berpihak pada keadilan sosial di Aceh. (*)

Berita Terkait

Bupati Abdya Dinilai Panik dan Lempar Bola, Mahasiswa: Sibuk Urus DPRA Tapi Kinerja Sendiri Bobrok!
Sekolah Rakyat Hadir di Aceh, Wujud Nyata Dukungan Mualem–Dek Fadh untuk Pendidikan Anak
Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia
IPAU Lantik Pengurus IPEMAPA Banda Aceh, Ketum Soroti Nilai Positif Feodal dalam Organisasi
Pastikan Struktur Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Pengembangan Kasus Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku dan Sita Ratusan Gram Ganja

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:53 WIB

Seluruh Personel Polsek Blangkejeren dan Pospol Blangpegayon Lulus Tes Urine dalam Kegiatan Gaktibplin

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:30 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:24 WIB

Banjir Rendam Jalan dan Putuskan Jembatan, Polri Pastikan Mobilitas Warga Tetap Terlayani

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:42 WIB

Berkat Penanganan HK, Jalan Nasional di Tetumpun yang Tertutup Longsor Kini Kembali Bisa Dilintasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:55 WIB

Tradisi Pemberangkatan Personel Batalyon D Pelopor Dalam Rangka Pendidikan SIP 56 Tahun 2026

Berita Terbaru