Aliansi Rakyat Aceh Siap Turun ke Jalan Lagi, Tuntut Pencabutan Pergub JKA

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:10 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Aliansi Rakyat Aceh memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II di Kantor Gubernur Aceh pada Senin, 11 Mei 2026. Aksi ini menjadi lanjutan dari gelombang protes sebelumnya, menyuarakan tuntutan utama pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang oleh massa dianggap mengancam hak kesehatan masyarakat Aceh.

Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Aceh, Syarif Maulana, dalam keterangannya menegaskan pihaknya tidak pernah setengah hati memperjuangkan aspirasi rakyat. Ia menyebut regulasi baru dalam Pergub JKA bukan hanya soal administrasi, melainkan bersentuhan langsung dengan hak hidup dan layanan dasar masyarakat Aceh. Syarif memastikan aksi besok akan diikuti massa yang lebih besar, sebagai puncak kekecewaan terhadap sikap Pemerintah Aceh yang dinilai belum serius menanggapi tuntutan pada aksi pertama.

“Pergub Nomor 2 Tahun 2026 ini menyangkut hak hidup rakyat Aceh. Kami tidak akan mundur sebelum kemenangan kembali kepada rakyat,” tegas Syarif, Minggu (10/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Rakyat Aceh mendesak agar Gubernur Aceh segera keluar menemui massa aksi dan memberikan kepastian atas tuntutan pencabutan Pergub JKA. Mereka menilai kebijakan itu gagal menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan hanya semakin memperpanjang daftar masalah di sektor kesehatan. Dalam pernyataannya, Aliansi juga meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar gelombang protes tidak makin meluas dan kemarahan masyarakat tidak memuncak.

Selain mengajukan tuntutan kepada pemerintah, Aliansi Rakyat Aceh juga mengingatkan aparat keamanan agar tidak kembali melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. Mereka menyebut pada aksi sebelumnya sempat terjadi insiden yang menyebabkan sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka, bahkan ada yang cedera cukup serius.

“Kami datang membawa suara rakyat secara damai. Jangan sampai ada lagi tindakan represif yang justru merugikan masyarakat,” ujar Syarif.

Aksi yang digulirkan kali ini, menurut Aliansi, bukan sekadar protes biasa melainkan bentuk perjuangan bersama dan terbuka demi menjaga hak-hak dasar masyarakat Aceh, khususnya terkait jaminan akses layanan kesehatan. Massa aksi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dan mengawal kebijakan publik agar tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.

Gelombang penolakan terhadap Pergub JKA ini semakin menguat di berbagai daerah, seiring munculnya suara kekecewaan dari masyarakat yang merasa sistem baru jaminan kesehatan berpotensi menyulitkan warga dengan status ekonomi menengah ke bawah. Dengan aksi kedua yang lebih besar, Aliansi Rakyat Aceh berharap pemerintah mendengar langsung suara masyarakat dan menunjukkan keseriusan dalam merespons masalah publik secara terbuka.

Demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung besok diperkirakan akan diikuti ribuan massa. Aliansi menyerukan semua komponen rakyat Aceh tetap solid memperjuangkan pencabutan aturan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil. Mereka menilai perjuangan ini adalah simbol perlawanan terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat, berharap keputusan lebih berpihak pada keadilan sosial di Aceh. (*)

Berita Terkait

Sorotan Pengadaan Distanbun Aceh: Temuan BPK Rp614,9 Juta, Paket Bibit, hingga Genset Rp320 Juta
Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Berita Terbaru

GAYO LUES

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:43 WIB