Pelabuhan Lhokseumawe Perkuat Posisi Aceh sebagai Pusat Distribusi Energi Nasional, DJBC Dorong Hilirisasi untuk Dongkrak Devisa Ekspor

Detik Aceh

- Writer

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:45 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Provinsi Aceh, khususnya melalui infrastruktur pelabuhan di Lhokseumawe, kini memegang peranan strategis sebagai pusat distribusi (hub) energi nasional. Wilayah ini menjadi gerbang utama lalu lintas importasi komoditas propana dan butana oleh PT Pertamina Patra Niaga guna menjamin ketahanan pasokan gas elpiji (LPG) untuk regional Sumatera Bagian Utara. Cakupan distribusi dari hub Aceh ini melayani skala kebutuhan energi untuk area Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Kepulauan Riau.

Posisi strategis sebagai hub distribusi ini tak pelak berdampak langsung pada postur neraca perdagangan daerah. Berdasarkan data kepabeanan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, nilai devisa impor komoditas energi yang didominasi oleh negara asal Amerika Serikat (United States) ini mencatatkan angka yang tinggi. Sepanjang tahun 2025, importasi propana dan butana menembus angka USD 528 juta (92% dari total devisa impor Provinsi Aceh). Importasi pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebesar USD 231 juta (83% dari keseluruhan nilai impor daerah).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh menyampaikan bahwa transparansi data kepabeanan ini penting untuk memotret dinamika riil perekonomian daerah. “Menjadi hub jalur distribusi logistik regional adalah sebuah keunggulan infrastruktur. Namun, hal ini tidak bisa dihindari membawa tantangan tersendiri bagi Aceh untuk menciptakan dan mempertahankan neraca perdagangan yang surplus. Tingginya angka impor energi ini menuntut kita untuk memiliki strategi khusus guna mengakselerasi kinerja ekspor, sehingga devisa yang masuk tetap lebih tinggi daripada devisa yang keluar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan untuk mengimbangi tingginya nilai impor tersebut tergambar dari struktur ekspor daerah. Catatan kinerja ekspor Provinsi Aceh selama tahun 2025 menunjukkan bahwa pundi-pundi devisa daerah masih sangat bergantung pada sektor komoditas ekstraktif dan agrikultur primer. Batubara memegang kendali sebagai penyumbang tertinggi sebesar 67%, disusul oleh kopi (11%), Crude Palm Oil/CPO dan produk turunannya (10%), rempah dan produk tanaman (5%), produk kimia (2,6%) dan komoditas lainnya. Mayoritas produk ekspor tersebut saat ini masih didominasi oleh pengiriman bahan mentah (raw material).

Menilik fenomena data tersebut, sajian informasi kepabeanan ini diharapkan dapat menjadi referensi objektif dan bahan atensi bersama. Mendorong langkah konkret menuju hilirisasi industri dinilai dapat menjadi salah satu jawaban strategis. Transformasi dari ekspor bahan mentah menuju produk olahan bernilai tambah tidak hanya krusial untuk melipatgandakan devisa ekspor, tetapi juga diproyeksikan akan menciptakan multiplier effect yang memicu pertumbuhan industri pengolahan serta perluasan lapangan kerja lokal. (*)

Berita Terkait

Ketua Muhammadyah Aceh A. Malik Musa Sambut Menteri Pendidikan RI di Aceh, 2.000 Sepatu untuk Anak Korban Banjir Disalurkan
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Ketua IWOI Aceh Prediksi Argentina Kembali Juara Piala Dunia 2026
Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa
Tak Tinggal Diam! ASDP Pastikan Penanganan Maksimal Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal
Dukungan untuk Tarmizi Age Menguat, Nama Putra Aceh Ini Viral sebagai Kandidat Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:40 WIB

Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:41 WIB

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:10 WIB

Periksa Jagung Pipil di Desa Tapung Makmur, Bhabinkamtibmas Tapung Hilir Dukung Program Ketahanan Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:43 WIB

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:13 WIB

Langkah Perdana Plt Lapas Narkotika Langkat Yan Patmos Kordinasi dan Silaturahmi dengan BNNK Langkat Perkuat Sinergi P4GN

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:46 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:39 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:55 WIB

Rakyat Dan Insan Pers Kecewa! Pejabat Yang Selama Ini Terlihat Tegas Ternyata Diduga Tak Bersih

Berita Terbaru