Subulussalam –detikaceh.com. Niat Suykran, yang akrab disapa Gunung, untuk maju sebagai Bakal Calon Kepala Kampong Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat. Sosoknya dinilai telah lama aktif berbaur dengan warga, bahkan jauh sebelum muncul wacana pencalonannya sebagai kepala kampung.
Saat awak media mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Kampong Subulussalam Barat, mereka menggambarkan Gunung sebagai pribadi yang sederhana, pendiam, murah senyum, mudah tertawa, dan senang berbagi cerita-cerita yang positif untuk memotivasi masyarakat.
Menurut mereka, Gunung bukan tipe orang yang hanya hadir ketika ada kepentingan politik. Sejak lama, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Hampir setiap hari ia terlihat berkumpul bersama warga, baik saat berkunjung ke rumah-rumah masyarakat maupun saat berdiskusi di warung-warung kopi. Kehadirannya dinilai sebagai bagian dari kehidupan sosial sehari-hari, bukan karena sedang mencari dukungan politik.
Beberapa tokoh masyarakat menyebutkan bahwa keinginan Gunung maju sebagai bakal calon kepala kampung bukan berasal dari ambisi pribadi, melainkan dari dorongan dan harapan masyarakat yang menginginkan perubahan.
Awalnya, menurut keterangan sejumlah tokoh masyarakat, orang tua Gunung belum memberikan restu atas pencalonan tersebut. Namun, beberapa tokoh masyarakat mendatangi keluarga untuk menyampaikan harapan warga agar Suykran bersedia maju memimpin Kampong Subulussalam Barat.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya orang tua Gunung memberikan restu dengan sebuah pesan yang terus diingat oleh keluarga.
> “Kalau memang Allah SWT mengizinkan nanti menjadi kepala desa, jadilah pemimpin yang benar-benar jujur dan amanah. Saya tidak ingin suatu hari nanti masyarakat datang mengadu karena anak saya tidak menjalankan amanahnya.”
Pesan tersebut menjadi pegangan bagi Gunung dalam menapaki langkahnya sebagai bakal calon kepala kampung.
Dalam kesempatan terpisah, Suykran menyampaikan bahwa apabila kelak diberikan amanah oleh masyarakat, ia ingin menjadi pemimpin yang mudah ditemui dan selalu hadir di tengah warga.
> “Kepala desa itu adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Ketika ada warga yang membutuhkan tanda tangan untuk keperluan sekolah anak, surat kesehatan, administrasi, atau ketika masyarakat mengadakan kegiatan, saya ingin selalu berusaha hadir. Baik dalam suasana suka maupun duka, kepala desa harus berada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang mengenalnya, komitmen tersebut sejalan dengan keseharian Gunung yang selama ini dinilai dekat dengan warga dan aktif dalam kehidupan sosial kampung.
Masyarakat berharap, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Kepala Kampong Subulussalam Barat dapat menjalankan amanah dengan jujur, terbuka, dan mengutamakan kepentingan seluruh warga demi kemajuan kampung.
[Syahbudin Padang]


































