BANDA ACEH | Aksi penolakan terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali memanas di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh nekat memaksa masuk ke pekarangan kantor gubernur meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Situasi memanas terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Massa mulai memadati gerbang utama Kantor Gubernur Aceh sambil melakukan orasi menuntut pencabutan Pergub JKA dan memperjuangkan hak masyarakat Aceh atas layanan kesehatan. Di tengah guyuran hujan, sorakan dan teriakan tuntutan terus menggema, membuat suasana semakin tegang.
Lima menit kemudian, tepat pukul 15.35 WIB, massa mulai bergerak maju dan langsung menekan barikade polisi serta Satpol PP yang bersiaga di depan gerbang utama. Dorongan ratusan demonstran membuat petugas kewalahan menahan laju massa yang terus berupaya mendekat ke kawasan kantor gubernur. “Hari ini kita duduki Kantor Gubernur Aceh, hidup rakyat Aceh!” teriak orator, membakar semangat massa aksi yang tetap bertahan di tengah cuaca buruk.
Akibat aksi yang makin membludak, arus lalu lintas di sekitar Kantor Gubernur Aceh sempat ditutup sementara. Jalan utama dipenuhi peserta aksi yang membawa spanduk, poster tuntutan, dan meneriakkan berbagai slogan perlawanan meski kondisi hujan tak kunjung reda.
Sementara itu, aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi tetap terkendali dan meminta massa aksi untuk tetap tertib. Namun, hingga sore ini, belum ada keputusan konkret dari pemerintah terkait tuntutan pencabutan Pergub JKA, sehingga eskalasi protes justru makin meningkat. Hari ketiga aksi ini menjadi penanda tekanan publik terhadap Pemerintah Aceh kian besar dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. (*)



























