Demo Tolak Pergub JKA Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata – Mahasiswa Terluka Dilarikan ke RS

Detik Aceh

- Writer

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:07 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 BANDA ACEH | Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa menolak Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026), berujung ricuh. Massa yang sejak siang menggelar orasi akhirnya dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian menggunakan gas air mata dan semburan water cannon.

Situasi mulai tegang tepat pukul 18.00 WIB, ketika petugas meminta massa untuk segera membubarkan diri karena batas waktu penyampaian pendapat di muka umum menurut aturan telah habis. Namun, mahasiswa tetap bertahan di lokasi dan terus menyuarakan tuntutan pembatalan Pergub JKA.

Ketegangan memuncak saat aparat akhirnya mengambil tindakan tegas untuk membubarkan kerumunan. Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah mahasiswa yang masih bertahan. Seketika, suasana berubah chaos. Massa kocar-kacir berlarian, berupaya menyelamatkan diri dan mengevakuasi rekan-rekan yang tumbang di tengah kepulan asap dan semburan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan sesak napas. Korban yang mengalami sesak napas akibat pekatnya gas air mata serta siswa yang mengalami luka memar akibat desak-desakan langsung dilarikan ke RSUD dr Zainoel Abidin untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, polisi disebut turut mengamankan beberapa mahasiswa yang terlibat bentrokan dalam kericuhan di garis depan aksi. Hingga malam, situasi di sekitar Kantor Gubernur Aceh masih mencekam dengan sisa massa yang bertahan di beberapa titik, sementara aparat terus melakukan penjagaan ketat di lokasi. Demonstrasi hari ini tak hanya menandai penolakan terhadap Pergub JKA, tapi juga menambah daftar panjang bentrokan aparat dan warga dalam aksi menuntut kebijakan lebih pro terhadap rakyat. (*)

Berita Terkait

BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan
Transparansi Bukan Sekedar Angka di Atas Kertas, Tapi Fakta Nyata di Lapangan yang Diakui Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:08 WIB

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Terdata Desil 8, Balita Korban Kecelakaan di Bireuen Sulit Berobat, Bupati Turun Tangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Berita Terbaru