Demo Tolak Pergub JKA Memanas: Sejumlah Tokoh Aksi Diduga Diamankan, Massa Kian Beringas

Detik Aceh

- Writer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:59 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Situasi demonstrasi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di depan Kantor Gubernur Aceh, Rabu malam (13/5/2026), semakin panas. Massa aksi yang awalnya menuntut pencabutan regulasi tersebut dikejutkan dengan kabar bahwa Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Aceh, Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, serta sejumlah demonstran lainnya diduga diamankan oleh pihak kepolisian.

Kabar soal penahanan ini langsung menyebar di tengah kerumunan pendemo yang masih bertahan hingga malam. Tak butuh waktu lama, informasi tersebut menyulut kemarahan baru. Para demonstran menganggap langkah aparat ini sebagai bentuk pembungkaman gerakan rakyat dan intimidasi terhadap suara mahasiswa serta elemen sipil yang memperjuangkan hak rakyat Aceh atas layanan kesehatan.

Pantauan di lokasi, suasana semakin panas. Orasi-orasi perlawanan kembali menggema di sekitar Kantor Gubernur Aceh. Banyak di antara massa aksi yang menuntut agar rekan mereka yang diduga ditahan segera dibebaskan. Teriakan “bebaskan kawan kami” dan yel-yel penolakan Pergub JKA terus mengisi udara malam yang makin tegang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak sedikit demonstran yang mencoba mendekat ke titik semula aksi, meski sejumlah ruas jalan telah dijaga ketat oleh aparat keamanan. Bentrokan kecil pun sempat terjadi ketika massa berupaya bertahan dan menekan barikade pengamanan, sementara aparat berusaha memukul mundur pengunjuk rasa ke arah simpang BPKP.

Saat ini, tuntutan massa aksi bukan hanya sekadar pencabutan Pergub JKA, melainkan sudah berkembang menjadi aksi protes terhadap dugaan tindakan represif aparat. Mereka menilai, upaya pengamanan berlebihan dan dugaan penahanan para tokoh aksi telah menjadi persoalan serius yang harus disorot.

Hingga malam hari, konsentrasi massa tetap bertahan di beberapa titik di sekitar kantor gubernur, meski tekanan aparat terus meningkat. Ketegangan di kawasan kantor gubernur belum mereda, dan situasi di lapangan masih berlangsung panas seiring massa aksi yang tetap menyuarakan tuntutan mereka. (*)

Berita Terkait

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru