Terinspirasi Srikandi Aceh, Legislator Muda Golkar Diana Putri Amelia Buktikan Usia Bukan Batas untuk Mengabdi

Detik Aceh

- Writer

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:36 WIB

5083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Suara letusan peluru memecah kesunyian di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, 10 Juni 2026. Di tengah deretan personel yang bersiap menjalani latihan, tampak sosok perempuan muda dengan senyum hangat dan pembawaan penuh percaya diri.

Dialah Diana Putri Amelia, anggota DPRA termuda dari Daerah Pemilihan Bener Meriah–Aceh Tengah (Takengon). Mengenakan perlengkapan latihan, Diana terlihat menyapa satu per satu pelatih dan personel Brimob yang hadir. Keramahan dan semangatnya seolah mencairkan suasana. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Dua Doktor muda sahabatnya, Dr. Juliana,MM,M.Pd dan Dr. Suryati,MH,M.Pd
serta mendapat arahan langsung dari Danki Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ustad Iptu Musmulyadi, S.E., M.Si.

Bagi banyak orang, olahraga menembak mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau sekadar hobi. Namun, bagi Diana, setiap bidikan mengandung pelajaran tentang fokus, ketenangan, kedisiplinan, serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai-nilai itulah yang menurutnya juga diperlukan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Di tengah kesibukannya sebagai legislator, perempuan muda yang dikenal dengan slogan “Melayani Tanpa Pamrih” itu meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya ditempa melalui ruang sidang dan rapat-rapat dewan, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan ketangguhan diri.

Ada filosofi yang selalu diingatnya dari etika penggunaan senjata api, yakni selalu menganggap senjata dalam keadaan terisi. Bagi Diana, prinsip tersebut mengajarkan arti tanggung jawab, kehati-hatian, dan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Filosofi itu pula yang menjadi pegangan dalam perjalanan pengabdiannya di DPRA. Setiap keputusan, menurutnya, harus diambil dengan penuh pertimbangan karena menyangkut kepentingan masyarakat yang telah memberikan amanah.

Karena itu, Diana dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Dari persoalan pembangunan, pendidikan, hingga kebutuhan para petani kopi di dataran tinggi Gayo yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.

Baginya, kopi Gayo bukan hanya komoditas unggulan yang dikenal dunia, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat yang harus terus dijaga. Kesejahteraan para petani menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan martabat masyarakat Gayo.

Melalui komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, Diana terus mendorong hadirnya solusi nyata, termasuk penguatan infrastruktur pertanian dan memastikan suara masyarakat kecil tetap mendapat tempat dalam ruang-ruang kebijakan.

Semangat perjuangannya banyak terinspirasi dari para srikandi Aceh yang namanya tercatat dalam sejarah. Sosok Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang, Pocut Baren, hingga Pocut Meurah Intan menjadi sumber inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.

Sebagai kader muda Partai Golkar, Diana hadir membawa semangat baru di parlemen Aceh. Meski menjadi anggota termuda di antara 81 legislator DPRA, ia membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk mengabdi.

Kedekatannya dengan masyarakat, kebiasaannya turun langsung ke lapangan, serta konsistensinya memegang prinsip disiplin, kepedulian, dan keberanian membuat Diana dinilai sebagai salah satu figur perempuan muda yang memiliki semangat besar dalam membangun Aceh.

Sebab, bagi Diana Putri Amelia, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir di gedung parlemen. Ia harus hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menjadi bagian dari solusi.

Dan mungkin, dari arena latihan menembak di markas Brimob Polda Aceh itu, tersimpan pesan sederhana tentang kepemimpinan: bahwa ketangguhan mental, fokus berpikir, dan kedisiplinan adalah bekal penting untuk menjaga amanah rakyat dan terus berjuang menghadirkan manfaat nyata bagi Aceh, khususnya masyarakat dataran tinggi Gayo. (*)

Berita Terkait

BIN Duga Ada Pihak yang Gerakkan Kerusuhan Saat Hari Damai Aceh
Bulan Bintang Dikibar dan Lambang Garuda Diturunkan, Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh
Ditembaki Gas Air Mata, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh
Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh
Fast Respon Nusantara Counter Polri Aceh Tegaskan Komitmen Awasi Tambang Ilegal, BBM Ilegal, Dan Narkoba
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Resmi! Ketua DPD LSM Trinusa Aceh Berhentikan Adi Saputra dari Jabatan Kadiv Pengamanan
Transparansi Bukan Sekedar Angka di Atas Kertas, Tapi Fakta Nyata di Lapangan yang Diakui Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu korban BB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:08 WIB

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Terdata Desil 8, Balita Korban Kecelakaan di Bireuen Sulit Berobat, Bupati Turun Tangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Berita Terbaru