Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal

Detik Aceh

- Writer

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:52 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Insiden ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melukai 15 orang di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuai kritik keras dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak otoritas terkait untuk membongkar secara transparan penyebab di balik petaka yang menimpa belasan taruna praktik tersebut.
Suryadi Djamil mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para korban, khususnya para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan Kepala Kamar Mesin (KKM) yang kini harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RSUD dr. Zainoel Abidin.

“Pertama-tama, saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita, para taruna yang sedang menimba ilmu di sana. Kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia pelayaran kita,” ujar Suryadi kepada awak media, Jumat malam (12/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di samping rasa duka, Suryadi secara tegas mendesak pihak kepolisian, khususnya Polda Aceh, Kejaksaan, KPK dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), untuk mengusut tuntas kasus ledakan ini secara transparan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ia menilai, letupan di ruang *Auxiliary Engine* bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan indikasi adanya persoalan sistemik.

“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dari hulu ke hilir. Khususnya untuk melanjutkan Investigasi yang Masih Menggantung, Harus dicari tahu apa penyebab mendasar dari ledakan ini, agar ada pertanggungjawaban hukum yang jelas dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suryadi melontarkan kritik menohok terkait sejarah pengadaan kapal feri tersebut. Ia memunculkan kembali kecurigaan lama publik mengenai kelayakan material KMP Aceh Hebat 2 sejak awal dibeli oleh Pemerintah Aceh.

“Sejak awal kehadirannya, proyek kapal ini sudah memicu polemik. Dengan adanya ledakan ini, wajar jika masyarakat kembali menduga-duga, apakah pembelian KMP Aceh Hebat 2 itu sebenarnya adalah kapal bekas yang hanya dicat ulang agar terlihat mentereng?” cecar Suryadi.
Ia mempertanyakan kepastian spesifikasi teknis kapal yang melayani rute Banda Aceh–Sabang tersebut. Suryadi menilai otoritas harus berani membuka dokumen pengadaan untuk memastikan status sesungguhnya dari komponen vital kapal.

“Publik berhak tahu, ini sebenarnya kapal baru yang utuh, atau justru kapal baru dengan mesin lama? Logikanya, kapal yang relatif belum terlalu tua tidak seharusnya mengalami kegagalan sistem hidrolik fatal hingga meledak seperti itu, kecuali ada masalah pada usia komponen mesinnya,” tambahnya.

Suryadi juga menyoroti manajemen operasional dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola. Menurutnya, insiden mengerikan ini menjadi bukti nyata atas rendahnya standar perawatan (*maintenance*), lemahnya pengawasan berkala, serta kelalaian dalam penerapan *Standard Operating Procedure* (SOP) keamanan di atas kapal.
“Kamar mesin adalah jantungnya kapal. Jika sistem hidrolik pintu kedap saja bisa meledak saat dioperasikan, ini menandakan fungsi kontrol dan perawatan rutin tidak berjalan maksimal. Nyawa manusia, apalagi para taruna muda yang merupakan aset bangsa, dipertaruhkan di sini akibat kelalaian manajemen keselamatan,” pungjawabnya.
Ia berharap investigasi yang sedang berjalan tidak berhenti pada kesimpulan “kecelakaan teknis semata”, melainkan menjadi momentum evaluasi total terhadap seluruh armada pelayaran publik di Aceh demi menjamin keselamatan warga ke depan. []

Berita Terkait

Sorotan Pengadaan Distanbun Aceh: Temuan BPK Rp614,9 Juta, Paket Bibit, hingga Genset Rp320 Juta
Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Dengan Total Sekitar 1.300 PPPK Paruh Waktu di Gayo Lues, Audiensi ke DPRK Tekankan Urgensi Kejelasan Status, Kesejahteraan, dan Perpanjangan Kontrak yang Konsisten

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33 WIB

13 Ekskavator Bantuan Presiden Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Tinjau Efektivitas Pekerjaan di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Berita Terbaru