Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

Detik Aceh

- Writer

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:03 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Langkah penuh makna kembali ditunjukkan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayah Wa. Di tengah berbagai tantangan pemulihan pascabencana di Aceh Utara, Ayah Wa hadir langsung di Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membawa amanah besar rakyat Aceh sekaligus mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dalam membahas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional serta pemulihan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan yang rusak akibat banjir.

Pertemuan penting itu berlangsung hangat di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026), saat Ayah Wa bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa menyampaikan salam hormat dari Gubernur Aceh sekaligus membawa harapan besar masyarakat Aceh agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Tanah Rencong.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir mewakili Bapak Gubernur Aceh yang berhalangan hadir. Kami berharap Aceh dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh,” ujar Ayah Wa. Kehadirannya dinilai menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan Aceh Utara, seorang bupati hadir langsung mewakili gubernur membahas agenda strategis keagamaan di tingkat kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya membawa misi MTQ Nasional, Ayah Wa juga menyampaikan kondisi riil Aceh Utara pascabencana banjir yang masih meninggalkan luka mendalam, khususnya terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan. Data yang disampaikan kepada Menteri Agama menunjukkan kerusakan pada 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 Madrasah Aliyah (MA) yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Lebih dari itu, fasilitas ibadah dan pembinaan umat juga mengalami dampak serius. Tercatat sebanyak 205 masjid, 213 dayah atau pesantren, 267 meunasah, serta 1.309 balai pengajian mengalami kerusakan akibat banjir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian aktivitas pendidikan agama dan pembinaan masyarakat belum berjalan normal sebagaimana mestinya.

Ayah Wa menegaskan bahwa pemulihan fasilitas tersebut bukan semata soal bangunan fisik, melainkan bagian dari menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan syiar keagamaan di Aceh Utara. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Dalam pertemuan itu, Ayah Wa juga memperjuangkan masa depan kawasan bersejarah Samudra Pasai, wilayah yang dikenal sebagai pintu masuk pertama penyebaran Islam di Nusantara. Ia mendorong percepatan pengembangan Monumen Islam Samudra Pasai sekaligus mengusulkan pembangunan pesantren di kawasan tersebut agar kembali hidup sebagai pusat pendidikan Islam dan wisata religi dunia.

Menutup agenda di Jakarta, Ayah Wa turut mengundang Menteri Agama RI untuk berkunjung langsung ke Aceh Utara guna melihat kondisi fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir, sekaligus meninjau potensi besar kawasan sejarah Islam Samudra Pasai. Dalam pertemuan tersebut, Ayah Wa turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam membangun daerah dengan semangat kolaborasi dan pengabdian untuk rakyat. (*)

Berita Terkait

Mualem Dicerca di Tengah Banjir Aceh, Siapa Sebenarnya yang Memimpin?
Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu
PW GP Al Washliyah Jakarta: Stop Sebarkan Hoaks, Jangan Ganggu Fokus Kinerja Kepala BGN Nanik S. Deyang
PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Pencegahan Korupsi, KPK dan Komisi II DPR RI Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan serta Kepemimpinan Berintegritas
HIMLAB RAYA Jakarta: Pilkades Labusel Mengikuti Regulasi Nasional, Hentikan Tendensius yang Tidak Berdasarkan Fakta
Profesor Sutan Nasomal Acungi Jempol Atas Upaya Presiden Prabowo Menekan Berkembangbiak Tikus Ekonomi Grogoti Jalur Eksport Import !!
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru