Pemindahan Dapur MBG ke Sekolah Dinilai Perlu Dikaji, Efisiensi Anggaran Harus Jadi Pertimbangan

REDAKSI NAGAN RAYA - ACEH BARAT

- Writer

Kamis, 10 September 2026 - 12:47 WIB

50184 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA — Wacana pemindahan atau pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah dinilai perlu dikaji secara matang agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, sekaligus mendukung efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Pelaksana Divisi Penerapan SOP Yayasan Purana, sekaligus mantan Staf Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya tahun 2022–2023, Dian Afrizal, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas baru belum tentu menjadi solusi paling efisien apabila tidak disertai perhitungan terhadap kebutuhan pemeliharaan dan biaya operasional di masa mendatang.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat terlebih dahulu kondisi sarana dan prasarana yang sudah tersedia di sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apabila terdapat ruang sekolah yang sudah tidak layak atau tidak lagi dimanfaatkan secara optimal, fasilitas tersebut dapat dipertimbangkan untuk direvitalisasi dan disesuaikan dengan kebutuhan, sepanjang memenuhi standar keamanan, kesehatan, kebersihan, dan ketentuan teknis pelaksanaan MBG.

“Membangun fasilitas baru memang bisa dilakukan, tetapi yang perlu dipikirkan adalah keberlanjutan pemanfaatannya. Jangan sampai tujuan awalnya untuk efisiensi, tetapi kemudian justru muncul beban anggaran baru untuk pemeliharaan dan operasional,” ujar Dian.

Ia menilai, setiap rencana pembangunan maupun pemindahan dapur MBG sebaiknya dilakukan melalui kajian yang komprehensif, mulai dari aspek kebutuhan, lokasi, sarana pendukung, biaya pembangunan, biaya pemeliharaan, hingga efektivitas pelayanan kepada para penerima manfaat.

Dukung MBG, Perbaikan Tata Kelola Perlu Diperkuat
Dian menegaskan bahwa dirinya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, MBG merupakan program yang memiliki tujuan baik dan strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

Karena itu, apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai persoalan, menurut Dian, langkah yang lebih utama adalah melakukan pembenahan terhadap sistem dan tata kelola program.

“MBG bukan sekadar perlu dipindahkan, tetapi perlu terus dibenahi. Pengawasan harus diperkuat, manajemen diperbaiki, SOP dijalankan secara konsisten, serta koordinasi antara BGN, mitra dan pengelola SPPG harus semakin baik,” tegasnya.

Menurut Dian, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya dapur, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai standar, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, kebersihan dapur, kualitas menu, distribusi, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat dalam kondisi baik.

Ia berharap setiap kebijakan mengenai sarana dan prasarana MBG dapat mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, keberlanjutan, keamanan pangan dan kualitas pelayanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana anggaran negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Jangan hanya melihat pembangunan fasilitas dari sisi fisiknya, tetapi juga harus menghitung manfaat dan biaya yang akan muncul dalam jangka panjang,” pungkas Dian.

Dengan demikian, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat program tersebut, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa. (*)

Berita Terkait

Didampingi Yarmaliza, Dari Kampus untuk Desa, DPM FIK UTU Hadirkan TEMPE BERDAYA: Inovasi Pangan Lokal untuk Ekonomi dan Pencegahan Stunting
Tambang Ilegal Nagan Raya Bukan Kejahatan Kecil, Ratusan Ekskavator Diduga Jadi Bukti Pembiaran Lama
Aris Wandi Sampaikan Selamat dan Sukses untuk Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto
Jumat Berkah, Polres Nagan Raya Dekatkan Polri dengan Masyarakat Seunagan Timur
Keberanian Warga, Arogansi PT AJB: Sengketa Tanah Geunang Jadi Alarm Penyalahgunaan Izin Tambang
Listrik Sering Padam Pengolahan Gabah Terganggu Di Nagan Raya Petani Minta PLN Serius Tanganinya 
Saleh Ali PJ Keuchik Gampong Blang Baro Rambong Serahkan Stempel Keuchik Kepada Mustafa
Pendaki Hilang di Gunung, Keselamatan Harus Jadi Prioritas Setiap Petualang Alam

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:19 WIB

16 Unit Alat Berat Dikerahkan ke Gayo Lues untuk Dukung Percepatan Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Pembangunan Huntap Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Berita Terbaru